Nadir Media - Pasar gelap di media sosial menjajakan perangkat yang dapat 'melewati biometrik' dan 'eKYC' aplikasi perbankan, berpotensi mengancam keamanan sistem pembayaran digital.
Perangkat yang dijual dengan harga mulai dari dua juta hingga 20 juta VND ini memungkinkan pelaku untuk menyusup ke aplikasi perbankan, mentransfer uang tanpa sepengetahuan korban atau bank. Penjual alat-alat kejahatan ini menggunakan platform seperti Facebook, TikTok, serta grup Telegram dan Zalo untuk memasarkan produk mereka.
Pihak berwenang menyatakan bahwa deteksi kejahatan ini sangat sulit dilakukan karena pelaku menggunakan lapisan anonimitas daring dan melakukan transaksi melalui platform lintas batas. Mereka terus memperbarui perangkat lunak untuk menghindari pelacakan. Mayor Nguyen Manh Cuong dari Departemen Keamanan Siber dan Pencegahan Kejahatan Teknologi Tinggi Kepolisian Kota Hanoi mengungkapkan bahwa para pelaku tetap anonim setelah menjual data pribadi akun di MMO Grocery Store.
Para ahli keamanan siber mengindikasikan bahwa kemajuan teknologi AI memungkinkan pengembangan alat kejahatan dengan cepat, menjadikannya 'senjata digital' di tangan kelompok kriminal. Bapak Vu Ngoc Son dari Asosiasi Keamanan Siber Nasional menekankan bahwa banyak alat di internet yang memungkinkan individu tetap anonim, sehingga memudahkan penipuan dan pencucian uang. Pembongkaran jaringan ini menjadi penting untuk mengidentifikasi dan menangani metode serangan keuangan baru secara dini.