Nadir Media - Tingkat kelelahan kerja (burnout) di kalangan tenaga kesehatan Vietnam mencapai 58%, yang menghambat akses mereka terhadap perawatan kesehatan mental. Hal ini disampaikan dalam konferensi ilmiah tahunan yang diadakan oleh Asosiasi Dokter Kota Ho Chi Minh pada 18 Juli dengan tema 'Kesehatan Mental: Perspektif Multidisiplin'.
Dalam konferensi tersebut, Dr. Nguyen Van Vinh Chau, Wakil Direktur Dinas Kesehatan Kota Ho Chi Minh, mengungkapkan bahwa kesehatan mental para tenaga kesehatan merupakan salah satu sumber daya penting dalam menentukan kualitas sistem layanan kesehatan.
Dr. Chau menjelaskan bahwa tenaga kesehatan menghadapi tekanan besar akibat harapan masyarakat yang tinggi terhadap mereka, di mana mereka dianggap sebagai 'malaikat berbaju putih' yang tidak mungkin sakit. Jam kerja yang panjang dan kekurangan staf berkontribusi pada tingkat kelelahan yang tinggi, terutama bagi mereka yang bekerja di unit perawatan intensif. Selain itu, survei menunjukkan bahwa 40,8% tenaga kesehatan lebih memilih untuk berbicara dengan keluarga mereka daripada mencari bantuan profesional ketika mengalami masalah kesehatan mental.
Dr. Chau menekankan pentingnya solusi komprehensif untuk mengatasi masalah kesehatan mental di kalangan tenaga kesehatan. Ini termasuk keterampilan penyembuhan diri, dukungan psikologis yang terjaga kerahasiaannya, serta penghapusan budaya kepemimpinan yang menolak pengakuan terhadap masalah kesehatan mental. Ia menegaskan bahwa kelelahan kerja di bidang kesehatan adalah masalah sistemik, bukan hanya kegagalan individu.