Nadir Media - waktu baca 2 menit
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan dukungannya terhadap penguatan pemenuhan hak administrasi kependudukan bagi anak terlantar di Provinsi Bali, sebagai langkah strategis dalam memastikan akses pendidikan yang merata.
Mu'ti menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi lintas sektor yang dinilai menjadi langkah penting dalam pemenuhan hak dasar anak.
“Ini sangat penting dalam konteks memberikan hak kepada anak Indonesia. Ini yang pertama dan mudah-mudahan nanti bisa kita replikasi atau buat yang serupa di tingkat nasional karena masalah seperti ini memang tidak hanya terjadi di Bali,” ujar Mu'ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, anak-anak dalam kondisi terlantar merupakan korban dari berbagai persoalan sosial, sehingga negara perlu memastikan mereka tetap memperoleh hak pendidikan.
Ia juga menjelaskan anak-anak dalam kondisi rentan tetap harus memperoleh layanan pendidikan melalui pendidikan layanan khusus yang diperkuat melalui jalur pendidikan nonformal.
“Mereka ini mendapatkan pendidikan layanan khusus melalui pendidikan nonformal. Karena itu pendidikan nonformal kami perkuat sekarang ini. Bentuk pendidikannya tidak harus di sekolah formal dalam bentuk misalnya homeschooling atau program kesetaraan melalui PKBM itu kami buka lebih luas lagi,” imbuhnya.
Ia menegaskan komitmen, dalam menjamin hak pendidikan seluruh anak Indonesia sekaligus memperkuat dukungan terhadap pemerintah daerah melalui berbagai program pendidikan.
“Kami di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen untuk anak-anak Indonesia, siapapun dia, apapun keadaan ekonominya, siapapun orang tuanya, dimanapun mereka berada, kita berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang bermutu,” katanya.
Pada kesempatan itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi juga mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam upaya perlindungan anak.
“Kejaksaan punya empati punya kepedulian yang luar biasa bagaimana menangani anak-anak yang terlantar mudah-mudahan ini bisa menginspirasi daerah-daerah lainnya,” ujar Ariffah.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan komitmen pemerintah daerah yang akan segera menindaklanjuti kerja sama tersebut melalui langkah konkret di seluruh wilayah Bali.
“Ini harus menggugah kesadaran kita bersama untuk menangani masalah anak terlantar di Provinsi Bali agar negara ini hadir menyelesaikan anak-anak ini dengan berbagai skema kebijakan yang harus kita jalankan secara bersama-sama,” ujar Wayan.
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.