Nadir Media - Harga minyak dunia mengalami lonjakan tajam, dengan minyak mentah Brent mencapai USD88,13 per barel, meningkat 4,6 persen, dan West Texas Intermediate (WTI) naik 4,5 persen menjadi USD82,47 per barel. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.
Peningkatan harga minyak dipicu oleh eskalasi konflik antara AS dan Iran. Teheran melaporkan bahwa serangan AS menyasar infrastruktur penting, termasuk jembatan, dan berbagai sumber menyebut Washington sedang menyiapkan opsi perluasan operasi militer terhadap Iran.
Kemarin, militer AS melancarkan serangan udara yang diklaim berhasil menghancurkan menara pengawasan pelabuhan yang digunakan Iran untuk memantau lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Serangan tersebut juga dilaporkan menargetkan lima jembatan di sekitar Bandar Abbas, yang berdampak pada aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut. Perusahaan pelacak pengiriman Kpler melaporkan penurunan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz, dengan hanya delapan kapal terkonfirmasi pada Kamis, level terendah dalam tiga pekan.
Selain ketegangan geopolitik, penurunan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat juga mendukung sentimen positif harga minyak. Badan Informasi Energi AS melaporkan stok minyak mentah turun 1,7 juta barel menjadi 409,7 juta barel pada pekan yang berakhir 10 Juli, sementara persediaan bensin berkurang 1,5 juta barel. Penurunan stok ini menunjukkan pasar minyak global tetap berada dalam kondisi ketat di tengah risiko geopolitik yang meningkat.