Agrinas Pangan Nusantara Bertransformasi Menjadi Importir Mobil Besar-Besaran
Nasional

Agrinas Pangan Nusantara Bertransformasi Menjadi Importir Mobil Besar-Besaran

Nadir Media - KOMPAS.com - Tanpa banyak sorotan publik, PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) diam-diam merealisasikan kontrak impor mobil dalam jumlah skala sangat besar dari India.

Langkah ini sontak mengejutkan banyak pihak karena dilakukan tanpa gaung publikasi yang luas sebelumnya alias tanpa transparansi.

Perusahaan pelat merah tersebut tercatat bakal mendatangkan total 105.000 unit kendaraan untuk menunjang operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Jumlah impor mobil India tersebut terdiri dari 35.000 unit pikap 4x4 produksi Mahindra & Mahindra Ltd., serta masing-masing 35.000 unit pikap 4x4 dan 35.000 unit truk roda enam buatan Tata Motors.

Nilai kontrak pengadaan kendaraan impor ini mencapai Rp 24,66 triliun. Dari total tersebut, perusahaan yang merupakan cucu usaha Danantara itu telah menyetor uang muka sebesar 30 persen atau sekitar Rp 7,39 triliun.

Awalnya urus food estate

Agrinas Pangan Nusantara sendiri merupakan BUMN baru yang dibentuk untuk menjalankan agenda besar Presiden Prabowo dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional.

Meski berstatus perusahaan anyar, perusahaan ini sejatinya adalah hasil transformasi dari PT Yodya Karya (Persero), yang sebelumnya bergerak di bidang jasa konsultansi konstruksi sebelum dialihkan fokusnya ke sektor pangan.

Pembentukan Agrinas dilakukan bersamaan dengan dua BUMN lain, sama-sama BUMN karya, yang juga diarahkan untuk menopang sektor pangan. Ketiganya diresmikan pemerintah pada Februari 2025 melalui Keputusan Menteri BUMN Nomor S-63/MBU/02/2025.

Selain Agrinas Pangan Nusantara, yang merupakan wajah baru Yodya Karya, pemerintah juga membentuk Agrinas Jaladri Nusantara (eks Virama Karya) yang bertugas menangani sektor perikanan, serta Agrinas Palma Nusantara (eks Indra Karya) yang difokuskan pada pengelolaan lahan sawit.

Khusus Agrinas Pangan Nusantara, mandat yang diemban mencakup pengelolaan rantai produksi pangan secara komprehensif. Tugasnya dimulai dari pembukaan dan pencetakan lahan, proses penanaman dan perawatan, hingga masa panen.

Tak hanya itu, perusahaan ini juga bertanggung jawab atas pengelolaan pascapanen secara terpadu, meliputi pengeringan gabah, penyimpanan hasil produksi, sampai penggilingan.

Dalam struktur kelembagaan, Agrinas berada di bawah naungan Danantara sebagai holding yang membawahi ratusan BUMN dari berbagai sektor strategis.

Sebagai modal awal, pemerintah mengalihkan pengelolaan lahan sawah seluas 425.000 hektare yang berasal dari proyek food estate dan tersebar di sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan.

Dari sisi pendanaan, kebutuhan likuiditas perusahaan akan dipenuhi melalui dukungan modal yang dicairkan Danantara selaku pemegang saham.

Dengan bekal aset lahan yang luas serta dukungan pendanaan tersebut, Agrinas Pangan Nusantara diharapkan dapat memainkan peran sentral dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

You can share this post!