Zuckerberg Bicarakan Kesehatan Anak di Sidang terkait Tuduhan Kecanduan Instagram
Sumber Foto: Vietnam.vn
Sosial

Zuckerberg Bicarakan Kesehatan Anak di Sidang terkait Tuduhan Kecanduan Instagram

CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyatakan dalam sidang pengadilan pada 18 Februari bahwa ia secara proaktif menghubungi CEO Apple, Tim Cook. Percakapan tersebut membahas tentang “kesehatan dan kesejahteraan remaja dan anak-anak.”

Pernyataan ini muncul setelah pengacara pembela Paul Schmidt mengutip serangkaian email yang dipertukarkan antara Zuckerberg dan Cook pada Februari 2018. “Saya pikir ada peluang yang dapat dikerjakan bersama oleh perusahaan kami dan Apple, dan saya ingin membahasnya dengan Tim,” kata Zuckerberg.

Persidangan berlangsung lebih dari setengah bulan.

Rangkaian email ini merupakan bagian dari argumen yang lebih luas oleh pengacara pembela. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kepada juri bahwa Zuckerberg lebih proaktif dalam melindungi pengguna Instagram muda daripada yang sebelumnya disampaikan oleh pihak lawan, bahkan secara proaktif menghubungi pesaingnya.

Zuckerberg memberikan kesaksian dalam persidangan penting di Pengadilan Tinggi Los Angeles, yang berpusat pada pertanyaan tentang keamanan media sosial. Seorang wanita muda mengaku telah kecanduan aplikasi media sosial dan platform streaming video seperti Instagram dan YouTube.

Mark Zuckerberg memberikan kesaksian di pengadilan untuk mendukung argumennya. Foto: Reuters.

Sebagian dari persidangan berfokus pada dugaan kerugian yang disebabkan oleh filter digital tertentu yang diduga mempromosikan operasi kosmetik. Zuckerberg mengatakan perusahaan telah berkonsultasi dengan banyak pemangku kepentingan tentang penggunaan filter kecantikan di Instagram, dan tidak bertujuan untuk mempertahankan pengguna di platform tersebut dalam jangka waktu yang lebih lama.

Para pengacara menyajikan bukti lebih lanjut dari kesaksian sebelumnya CEO Instagram Adam Mosseri, yang mencakup tujuan untuk secara proaktif meningkatkan waktu rata-rata interaksi pengguna harian di platform tersebut menjadi 40 menit pada tahun 2023 dan 46 menit pada tahun 2026. Zuckerberg menyatakan bahwa ini hanyalah tolok ukur internal untuk perbandingan dengan para pesaing.

Para pengacara juga mempertanyakan apakah perusahaan telah mengambil langkah-langkah yang cukup untuk menghapus pengguna di bawah umur dari platform tersebut. Dalam kesaksiannya, Zuckerberg menyatakan bahwa beberapa pengguna telah memalsukan usia mereka saat mendaftar di Instagram (yang mengharuskan pengguna berusia minimal 13 tahun). Sebuah dokumen mengungkapkan bahwa sekitar 4 juta anak di bawah usia 13 tahun di AS menggunakan platform tersebut.

Sebagai tanggapan, Zuckerberg berpendapat bahwa para pengacara telah salah menafsirkan pernyataannya. Ia juga menunjukkan bahwa Meta tidak selalu meluncurkan produk yang masih dalam pengembangan, seperti aplikasi Instagram untuk pengguna di bawah usia 13 tahun.

Langkah-langkah dari platform tersebut

Pendiri Facebook menyatakan bahwa perusahaan akan menghapus semua akun pengguna di bawah umur yang mereka temukan dan memasukkan persyaratan usia ke dalam proses pendaftaran. Namun, Instagram baru mulai mewajibkan pengguna untuk memberikan tanggal lahir mereka selama pendaftaran pada akhir tahun 2019.

Zuckerberg telah berulang kali menyatakan pandangannya bahwa verifikasi usia lebih tepat untuk perusahaan seperti Apple dan Google, yang mengoperasikan sistem operasi seluler dan toko aplikasi.

Menurut CNBC, pengacara yang mewakili penggugat berpendapat bahwa Meta, YouTube, TikTok, dan Snap telah menyesatkan publik tentang keamanan layanan mereka. Mereka mengklaim bahwa desain aplikasi dan fitur-fitur tertentu telah berdampak negatif pada kesehatan mental pengguna muda.

Snap dan TikTok mencapai kesepakatan penyelesaian dengan penggugat dalam gugatan tersebut sebelum persidangan dimulai. Sementara itu, Meta membantah tuduhan tersebut.

Pekan lalu, CEO Instagram Adam Mosseri bersaksi bahwa penggunaan media sosial yang negatif memang bisa terjadi, tetapi itu tidak sama dengan kecanduan jika dianalisis secara klinis. "Saya pikir sangat mungkin bagi pengguna untuk menggunakan Instagram lebih dari yang mereka rasa nyaman, dan itu adalah masalah pribadi," katanya.

Persidangan di Los Angeles ini adalah salah satu dari beberapa gugatan besar yang terjadi tahun ini, yang digambarkan sebagai "momen Big Tobacco" dari industri media sosial. Para ahli menyebutkan dugaan bahaya dari produk mereka dan upaya terkait untuk menyesatkan publik.

Meta juga terlibat dalam persidangan besar di New Mexico, dituduh gagal melindungi anak-anak dan pengguna muda dari predator daring. Musim panas ini, persidangan lain terkait platform media sosial tersebut dijadwalkan akan berlangsung di Pengadilan Distrik California Utara dengan tuduhan serupa.

Sumber: https://znews.vn/instagram-bi-cao-buoc-gay-nghien-cho-tre-em-mark-zuckerberg-noi-gi-post1629028.html