Xi Jinping dan Kanselir Jerman Bahas Kemitraan Strategis di Beijing
Sumber Foto: 国际在线
Internasional

Xi Jinping dan Kanselir Jerman Bahas Kemitraan Strategis di Beijing

Pada sore hari ini (25/2), Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan pertemuan dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz yang melakukan kunjungan resmi ke Tiongkok, di Wisma Tamu Diaoyutai, Beijing.

Xi Jinping menunjukkan, Tiongkok dan Jerman masing-masing merupakan ekonomi terbesar kedua dan ketiga di dunia, hubungan Tiongkok-Jerman tidak hanya menyangkut kepentingan kedua negara, tetapi juga memiliki efek pemancaran penting bagi Eropa dan dunia. Situasi internasional saat ini sedang mengalami perubahan paling mendalam pasca Perang Dunia II. Menghadapi situasi yang semakin kacau dan bergejolaknya, Tiongkok dan Jerman semakin perlunya meningkatkan komunikasi strategis, memperdalam rasa saling percaya strategis, dan mendorong Kemitraan Strategis Komprehensif Tiongkok-Jerman untuk terus mencapai perkembangan baru.

Xi Jinping sempat mengajukan tiga usulan demi pengembangan hubungan Tiongkok-Jerman selanjutnya. Pertama, kedua negara hendaknya menjadi mitra yang dapat diandalkan dengan saling mendukung. Tiongkok berpegang pada jalur pembangunan damai, memiliki kemampuan dan kepercayaan diri untuk mewujudkan modernisasi ala Tiongkok, dan akan terus berbagi peluang pembangunan dengan negara-negara di dunia, termasuk Jerman. Pihak Jerman diharapkan dapat memandang pembangunan Tiongkok secara objektif dan rasional, menerapkan kebijakan terhadap Tiongkok yang positif dan pragmatis, serta bersama dengan Tiongkok mendorong hubungan Tiongkok-Jerman berkembang dengan mantap menuju masa depan.

Kedua, kedua negara hendaknya menjadi mitra inovatif yang terbuka dan saling menguntungkan. Pemerintah Jerman telah mengajukan strategi pembangunan baru di bidang teknologi, inovasi, digital, dan lainnya, yang sangat selaras dengan arah perkembangan cerdas, hijau, dan konverngensi Tiongkok pada periode "Rencana Lima Tahun ke-15". Kedua pihak hendaknya meningkatkan sinergi strategi pembangunan, mendukung aliran dua arah talenta, ilmu pengetahuan, dan teknologi antara kedua negara, serta mendorong dialog dan kerja sama di bidang-bidang mutakhir seperti kecerdasan buatan.

Ketiga, kedua negara hendaknya menjadi mitra budaya di atas rasa saling memahami dan bersahabat. Tiongkok dan Jerman sama-sama merupakan negara besar yang memiliki fondasi kebudayaan yang mendalam, kedua pihak hendaknya meningkatkan saling belajar antar peradaban, mempererat pertukaran antar masyarakat, dan memperkuat fondasi persahabatan antara masyarakat Tiongkok-Jerman.

Xi Jinping menekankan, Tiongkok dan Jerman seharusnya mempertahankan posisi inti PBB, merevitalisasi peran dominan PBB, dan menjadi pembela multilateralisme, praktisi supremasi hukum internasional, pembela perdagangan bebas, dan penggagas solidaritas dan kerja sama.

Merz menyatakan, Jerman sangat menghargai hubungan dengan Tiongkok, dengan teguh mematuhi kebijakan Satu Tiongkok, dan bersedia bersama pihak Tiongkok melanjutkan tradisi persahabatan, berpegang pada saling menghormati, keterbukaan dan kerja sama, serta terus memperdalam Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara. Kalangan bisnis Jerman sangat mementingkan pasar Tiongkok, berharap dapat lebih lanjut memperdalam kerja sama dengan Tiongkok, mewujudkan saling menguntungkan dan pembangunan bersama. Situasi internasional sedang mengalami perubahan mendalam, Jerman dan Tiongkok memikul tanggung jawab penting untuk bersama-sama menghadapi tantangan global. Jerman berharap meningkatkan koordinasi dengan Tiongkok, menjunjung perdagangan bebas, dan menentang proteksionisme. UE dan Tiongkok mengembangkan hubungan ekonomi dan perdagangan yang dapat diandalkan dan berkelanjutan sesuai dengan kepentingan kedua pihak, juga bermanfaat bagi stabilitas dan kemakmuran dunia. Jerman mendukung kedua pihak meningkatkan dialog dan kerja sama.

Kedua pemimpin bertukar pendapat mengenai krisis Ukraina.

Seusai pertemuan tersebut, kedua pihak mengeluarkan Pernyataan Pers Bersama Republik Rakyat Tiongkok dan Republik Federal Jerman.