Wisata Olahraga: Kamp Pelatihan Tenis Tiongkok di Bali
Sumber Foto: Vietnam.vn
Internasional

Wisata Olahraga: Kamp Pelatihan Tenis Tiongkok di Bali

Nadir Media - Tren perjalanan baru yang disebut "sportcation," gabungan dari kata " sport" dan "vacation," semakin populer di kalangan anak muda aktif di Tiongkok, menurut SCMP.

Alih-alih berwisata atau bersantai di pantai, banyak wisatawan memilih untuk "berkeringat" dengan aktivitas intensitas tinggi seperti menyelam, terjun payung, ski, dan bersepeda. Di antara aktivitas tersebut, kamp pelatihan tenis di Bali (Indonesia) telah muncul sebagai destinasi populer.

Yiqian, 18 tahun, mengatakan bahwa selama Hari Nasional Tiongkok pada tahun 2025, ia mendaftar untuk mengikuti kamp tenis selama 7 hari 6 malam di Bali. Total biaya, termasuk tiket pesawat dan biaya pelatihan, mencapai lebih dari 20.000 yuan (sekitar 76 juta VND).

Bagi Yiqian, ini adalah liburan sekaligus "misi pelatihan." Jadwalnya berfokus pada sesi pelatihan intensif, diselingi dengan pengalaman lokal dan wisata.

Kamp tenis biasanya berskala kecil, "butik" (ruang pelatihan khusus). Kelompok Yiqian hanya terdiri dari delapan orang, tiga pria dan lima wanita, masing-masing diawasi oleh pelatih profesional yang berbeda setiap harinya.

Jadwal pelatihan berlangsung selama seminggu dengan struktur yang ketat, dimulai pukul 9 pagi dengan tiga jam latihan tenis tanpa henti. Sore hari dikhususkan untuk menjelajahi Bali, menikmati kuliner lokal, atau bersantai dengan pijat. Malam hari menampilkan pertandingan persahabatan opsional bagi mereka yang masih bugar.

Menurut laporan dari perusahaan media Tiongkok 36Kr, pariwisata olahraga mengalami pertumbuhan yang pesat, sebagian besar karena popularitas tenis di kalangan generasi muda negara tersebut. Hal ini mendorong banyak orang untuk mencari liburan bertema tenis.

Pada tahun 2025, jumlah lapangan tenis standar dalam ruangan dan luar ruangan yang terdaftar di Tiongkok akan melebihi 47.000, meningkat 39,6% dibandingkan tahun 2020. Pada tahun 2024, jumlah pemain tenis di Tiongkok diperkirakan akan mencapai sekitar 25,19 juta, meningkat 28% dibandingkan tahun 2021.

Lohas, seorang penyelenggara kamp tenis, mengatakan bahwa sebelumnya sebagian besar pelanggannya lahir pada tahun 1980 atau setelahnya, tetapi baru-baru ini semakin banyak anggota Generasi Z yang bergabung.

Sejak awal tahun 2024, Lohas telah melakukan survei lokasi di Bali dan menyelenggarakan 3-5 retret kecil bertema tenis setiap bulannya.

Selain tenis, Bali terkenal dengan budaya selancarnya, yang telah lama menjadi bagian integral dari gaya hidup aktif di pulau ini. Dipadukan dengan aktivitas seperti yoga, meditasi, dan CrossFit (termasuk angkat beban, lompat tali, binaraga, dan senam), destinasi ini terus menarik banyak wisatawan muda Tionghoa yang mencari "liburan olahraga".

Di Canggu, kelompok lari pagi gratis diadakan hampir setiap hari. Sekitar pukul 7 pagi, orang-orang berkumpul di depan sebuah kafe, melakukan pemanasan di bawah bimbingan pelatih profesional, lalu berlari di bawah cahaya pagi.

Namun, tren ini juga menghadapi sudut pandang yang berlawanan. "Jenis perjalanan ini membutuhkan tingkat disiplin yang sangat tinggi. Ini jelas bukan untuk mereka yang ingin menghindari tekanan kerja dengan mengejar waktu tidur," komentar seorang pengguna.

Meskipun demikian, para ahli memperkirakan bahwa "sportcation" akan terus menjadi tren utama di masa depan, membantu orang mendefinisikan kembali konsep relaksasi melalui proses mendorong batasan diri mereka sendiri.