Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) telah menetapkan penguatan akreditasi program studi sebagai prioritas utama dalam upaya meningkatkan kualitas akademik. Dalam konteks ini, Dr. Nadir, S.P., M.Si, yang baru saja dilantik sebagai Wakil Dekan I Fakultas Pertanian untuk periode 2025–2029, hadir dengan visi yang ambisius dan misi strategis untuk membawa fakultas ini menuju standar nasional dan internasional.
Pada pelantikan yang berlangsung pada Kamis, 24 Juli 2024, Dr. Nadir menekankan pentingnya membangun budaya akademik yang unggul, berkarakter Islami, berdampak, dan berdaya saing global. "Ini bukan sekadar serangkaian kata inspiratif, melainkan komitmen untuk menghidupkan kembali semangat akademik berbasis nilai, inovasi, dan kolaborasi internasional," ujarnya.
Dr. Nadir mengusung beberapa misi strategis, di antaranya:
Dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Dr. Nadir berkomitmen untuk mendorong publikasi ilmiah dosen di tingkat nasional dan internasional serta merancang program pengabdian yang berdampak langsung. "Penelitian akan diarahkan pada pendekatan aplikatif yang tak hanya memperkaya pembelajaran, tetapi juga menjawab persoalan nyata masyarakat," jelasnya.
Dengan visi yang jelas dan rencana yang komprehensif, Dr. Nadir berupaya membawa Fakultas Pertanian Unismuh menuju keunggulan akademik yang tidak hanya terukur dari capaian, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap masyarakat lokal hingga global.
Dr. Nadir lahir di Kampung Jempang, Galesong, pada 9 Juni 1989. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar pada tahun 2013 dan meraih gelar Magister Agribisnis pada 2016 di Sekolah Pasca Sarjana Unhas. Sebelum menjabat sebagai Wakil Dekan, Nadir telah mengemban berbagai posisi penting di fakultas, termasuk sebagai Sekretaris Program Studi Agribisnis dan Ketua Program Studi sejak 2022.
Selain itu, Nadir terlibat aktif dalam berbagai organisasi, seperti Forum Program Studi Agribisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia dan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPPI) Komisariat Makassar. Ia juga telah menghasilkan sejumlah karya ilmiah, termasuk kajian tentang sistem usaha tani dan local wisdom di Sulawesi Selatan.