Video Diduga Tampilkan Munarman Bersama Lily Sofia Ramai di Media Sosial, Gus Nadir Minta Fokus pada Proses Hukum
Sumber Foto: Jurnal Makassar
Nadir Fokus

Video Diduga Tampilkan Munarman Bersama Lily Sofia Ramai di Media Sosial, Gus Nadir Minta Fokus pada Proses Hukum

Sebuah video yang diunggah akun Twitter @boratCorleone dengan judul “Balada Cinta Sekjen FPI” ramai diperbincangkan warganet. Video tersebut menampilkan Munarman bersama seorang perempuan bernama Lily Sofia.

Perbincangan ini mencuat setelah Munarman ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindakan terorisme. Dalam narasi yang beredar, video itu menuding Munarman dan Lily Sofia sempat check in di sebuah hotel.

Rekaman CCTV hotel jadi bahan narasi

Video yang beredar menampilkan rekaman CCTV sebuah hotel. Dalam potongan gambar tersebut, Lily Sofia terlihat menginap di hotel yang sama dengan seorang pria yang dinarasikan sebagai Munarman. Rekaman juga memperlihatkan keduanya masuk dan keluar kamar hotel tidak secara bersamaan.

Tanggapan Gus Nadir: fokus pada dugaan tindak pidana

Di tengah ramainya unggahan itu, pengguna media sosial Gus Nadir merespons sejumlah akun yang menyebarkan video tersebut. Ia meminta perhatian publik diarahkan pada proses hukum dan dugaan tindak pidana yang dituduhkan kepada Munarman, bukan pada urusan pribadi.

“Aduuh bro @abirekso jangan beginilah. Fokus saja pada tindak pidana yg dituduhkan ke Munarman. Ikuti dan kawal proses hukumnya. Urusan moral pribadi ybs bukan urusan kita. Gak harus gini lah,” tulis Gus Nadir, dikutip Rabu (29/4/2021).

Respons lain dari Mustofa Nahrawardaya

Respons juga datang dari pegiat media sosial yang dikenal sebagai warga Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya atau Tofa. Ia menyoroti pola perbincangan yang, menurutnya, kerap mengaitkan tokoh yang dituduh dalam perkara terorisme dengan isu-isu yang bersifat pribadi.

  • Video diunggah dan menyebar luas di Twitter.
  • Narasi video mengaitkan Munarman dan Lily Sofia dengan rekaman CCTV hotel.
  • Sejumlah pengguna media sosial mengimbau publik fokus pada proses hukum yang berjalan.