Video Ceramah Oki Setiana Dewi soal KDRT Menuai Sorotan, Ini Poin Kritik yang Muncul
Sumber Foto: Yoursay.id
Sudut Nadir

Video Ceramah Oki Setiana Dewi soal KDRT Menuai Sorotan, Ini Poin Kritik yang Muncul

Video ceramah Oki Setiana Dewi berdurasi sekitar 4 menit 4 detik ramai diperbincangkan publik. Dalam potongan video yang beredar, Oki dinilai menormalkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suami terhadap istri.

Ceramah tersebut menyinggung kisah seorang istri yang dipukul suaminya namun tidak mengadu kepada orang tua. Dalam narasi itu, tindakan sang istri disebut membuat suami luluh karena merasa aibnya ditutupi.

Sorotan dan tanggapan terhadap isi ceramah

Konten ceramah itu memicu beragam reaksi. Komnas Perempuan menilai, sebagai penceramah, Oki seharusnya memberi pemahaman kepada jamaah bahwa menceritakan KDRT kepada orang tua bukan berarti membuka aib suami.

Gus Nadir turut mengomentari dengan menekankan bahwa KDRT semestinya dilaporkan kepada polisi. Ia juga menyatakan KDRT bukan aib yang harus ditutupi, karena istri bukan “sasak tinju”.

Perbedaan sudut pandang yang muncul

Di tengah polemik, muncul penilaian bahwa ceramah tersebut bisa dibaca dari sudut pandang berbeda. Pertama, Oki dinilai hendak menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga aib keluarga, termasuk aib suami. Namun, contoh kasus yang dipilih dianggap tidak tepat karena menyangkut kekerasan.

Kedua, perdebatan mengerucut pada isu KDRT itu sendiri. Dalam pandangan yang berkembang, kekerasan dalam rumah tangga tidak dibenarkan, apa pun latar agama pelakunya. KDRT dipandang sebagai bentuk kekerasan dan penganiayaan yang perlu ditangani, termasuk melalui pelaporan kepada pihak berwenang.

Alasan video memicu kontroversi

Sorotan publik dinilai wajar karena, jika tidak dipahami secara mendalam, ceramah tersebut dapat ditangkap seolah membenarkan KDRT dan menganjurkan korban untuk diam serta menanggungnya sendiri.

Di sisi lain, ada pula pandangan bahwa reaksi keras tidak seharusnya dilakukan secara membabi buta. Kontroversi ini disebut bisa berangkat dari kesalahan dalam memilih contoh, sehingga pesan yang dimaksud tampak tidak membedakan antara KDRT dan persoalan aib rumah tangga.

Catatan akhir

Sejumlah pihak mengingatkan agar polemik ini menjadi pelajaran tanpa serta-merta menilai keseluruhan ceramah Oki Setiana Dewi hanya dari satu potongan video yang viral. Dalam pandangan tersebut, publik diminta mengambil hikmah dari kesalahan yang terjadi, sembari tetap kritis terhadap pesan yang berpotensi disalahpahami.