Tips Perawatan Ban Mobil Sebelum dan Setelah Mudik
Sumber Foto: Carmudi Indonesia
Lifestyle

Tips Perawatan Ban Mobil Sebelum dan Setelah Mudik

Share this on WhatsApp

Ada beberapa tips perawatan ban yang perlu diketahui oleh pengguna mobil sebelum mudik dan setelah balik dari kampung halaman.

Perjalanan mudik menempuh jarak ratusan hingga ribuan km dengan berbagai kondisi jalan dan cuaca. Dalam situasi ini, ban memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas, daya cengkeram, serta kenyamanan berkendara.

“Ban adalah satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan jalan. Oleh karena itu, memastikan kondisi ban dalam keadaan optimal menjadi langkah penting sebelum melakukan perjalanan jauh,” ujar Ichayut Kanittasoontorn, President Director Michelin Indonesia dalam acara Michelin Gathering: Iftar Gathering 2026 di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

“Momentum Ramadan dan Lebaran adalah waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Kami ingin setiap perjalanan menuju momen kebersamaan tersebut dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh ketenangan,” lanjut Ichayut.

Tips Perawatan Ban Mobil Sebelum Mudik

Alfons Abikaryono, Customer Engineering Support Michelin Indonesia dalam kesempatan yang sama membagikan tips-tips perawatan ban mobil yang harus dilakukan pemudik sebelum memulai perjalanan.

Cek Kondisi Ban

Tips pertama adalah mengecek kondisi ban mobil. Tips ini untuk memastikan perjalanan aman dan nyaman sampai kampung halaman.

“Jadi, tidak mengganggu nanti di perjalanan. Berkaitan dengan ban, tentunya pemeriksaan kondisi ban diperlukan, baik itu secara visual, penampakan bannya seperti apa,” kata Alfons.

Periksa Tekanan Angin

Alfons mengatakan tips selanjutnya, yaitu melakukan pemeriksaan tekanan angin ban.

Pemudik harus memastikan tekanan angin ban mobilnya sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan.

“Tekanan angin ban itu juga perlu diperiksa, sesuai dengan tekanan angin yang disarankan oleh (pabrikan) kendaraan. Prinsipnya supaya gangguan bisa diminimalkan karena kalau tekanan angin itu kan sebetulnya berfungsi untuk menopang beban. Kalau tekanan anginnya kurang, nanti saat perjalanan jauh bannya bisa panas,” jelas Alfons.

Alfons juga menyampaikan tekanan angin ban yang kurang dapat menyebabkan aquaplaning.

Sebagai informasi, aquaplaning adalah suatu kondisi terbentuk lapisan air antara ban mobil dengan permukaan jalan yang dapat menghilangkan daya cengkeram ban tersebut sehingga mobilnya jadi kehilangan kendali.

“Kalau tekanan angin kurang, air bisa seperti terperangkap, jadi tidak mengalir keluar dari ban. Kondisi hujan ada genangan air kadang-kadang bisa resiko aquaplaning, misalnya. Biasanya ini pengaruh dari tekanan angin ban,” ungkap Alfons.

Tekanan angin ban lebih, lanjut Alfons, lebih aman dibandingkan tekanan angin yang kurang.

“Misalnya kondisi ban pada saat dingin, kendaraan pakai (tekanan angin ban) 30-32 (psi). Pada saat nanti sudah di jalan tol, perjalanan jauh itu bisa meningkat jadi sekitar 34 atau 36 (psi). Ini sebetulnya masih aman. Peningkatan tekanan ban masih bagus, masih aman untuk dipakai daripada kekurangan angin ban,” terang dia.

Tips Perawatan Ban Pasca Mudik

Alfons juga membagikan beberapan tips perawatan ban mobil yang juga perlu dilakukan pemudik pasca mudik lebaran.

Ini sebenarnya sama dengan tips perawatan ban yang harus dilakukan sebelum mudik.

Melakukan Pengecekan Kembali

Kembali dari kampung halaman, pengguna mobil disarankan mengecek kembali kondisi bannya.

“Kita tahu kondisi jalan bervariasi, ada mungkin lubang, ada yang kondisi jalan kasar. Jadi setelah perjalanan jauh, boleh dilihat secara fisik apa mungkin ada goresan di ban, kena paku atau luka di telapak. Ini kadang-kadang bisa terjadi tanpa disadari selama perjalanan,” jelas Alfons.

Rutin Mengecek Tekanan Angin

Selain itu, Alfons juga menyarankan ban mobil dilakukan pengecekan secara rutin.

“Biasanya, disarankan dua minggu sekali karena secara alami terjadi penurunan tekanan. Ban diisi misalnya berapa gitu, nanti dalam dua minggu atau sebulan biasanya sudah ada penurunan. Jadi, disarankan rutin untuk pemeriksaan,” kata Alfons.

Merawat Ban Mobil Konvensional dan Listrik Tidak Berbeda

Alfons menyampaikan tidak ada perbedaan yang signifikan antara merawat ban mobil konvensional dengan mobil listrik.

“(Mobil) konvensional dan listrik secara umum perawatan (ban) sama, terutama tekanan angin. Ban itu sebetulnya juga tidak sulit untuk dirawat. Tekanan angin kunci yang utama,” ujar dia.

Namun, Alfons mengatakan untuk ban mobil listrik, membutuhkan tekanan angin yang lebih tinggi.

“Pada umumnya, mobil listrik membutuhkan tekanan angin yang lebih tinggi karena mobil tersebut biasanya lebih berat. Jadi, tekanan anginnya juga perlu lebih tinggi,” jelas dia.

Tips Menyimpan Ban

Selain tips merawat ban, Alfons juga membagikan beberapa tips menyimpan ban yang benar.

“Ada beberapa pilihan. Kalau ban itu kosongan, bisa diposisikan berdiri. Tentunya, juga diusahakan tidak banyak bersentuhan karena kalau misalnya ada sentuhan, mungkin ban itu jadi titik berat yang menekan. Kalau tidak memungkinkan berdiri, ditumpuk juga bisa,” ungkap Alfons.

Ia menyarankan jika ditumpuk, lebih baik setinggi orang serta dilakukan pemindahan secara rutin.

“Yang bawah kadang dipindah ke atas. Jadi, tidak selalu tertekan yang paling bawah. Mungkin ini yang paling perlu perhatian kalau ditumpuk,” jelasnya.

Untuk ban yang dipasang pelek, Alfons mengatakan ban tersebut dapat ditumpuk dalam kondisi rebah.

“Kalau pakai pelek berisi angin, tekanannya normal, bisa direbah, tumpuk ke atas. Kalau ukuran bannya agak gemuk, bisa numpu di sidewall, boleh dirotasi juga,” pungkas Alfons.

Kesimpulan

Ada dua tips penting perawatan ban yang perlu diketahui dan dilakukan pengguna mobil untuk perjalanan mudik lebaran, yaitu melakukan pengecekan kondisi ban serta memeriksa tekanan anginnya.

Sekembalinya dari mudik, pengguna juga perlu mengecek kembali kondisi ban dan rutin melakukan pemeriksaan tekanan anginnya.

Ini untuk memastikan mobil dapat dikendarai dengan aman untuk sehari-hari setelah digunakan mudik.

Selain itu, pengguna mobil sebaiknya juga mengetahui tips menyimpan ban. Hal ini untuk menjaga kualitas ban serta awet digunakan.

FAQ

Apakah ban mobil perlu dilakukan perawatan untuk mudik Lebaran?

Ya, ban ini berperan penting untuk menjaga stabilitas, daya cengkeram, dan kenyamanan berkendara saat melakukan perjalanan mudik yang jauh.

Apakah perlu melakukan pengecekan kondisi ban sebelum mudik?

Ya, ini termasuk salah satu tips perawatan ban mobil yang harus dilakukan sebelum mudik guna memastikan kondisi ban tersebut prima sehingga perjalanan sampai kampung halaman benar-benar aman.

Apakah tekanan angin ban yang kurang dapat menyebabkan aquaplaning?

Ya, saat tekanan angin ban kurang, air seperti tertahan di ban yang dapat memicu mobil jadi kehilangan kendali ketika dikendarai.

Apakah perlu dilakukan pengecekan kondisi ban lagi pasca mudik lebaran?

Ya. Seperti diketahui, kondisi jalan yang dilalui saat mudik bervariasi yang dapat menyebabkan goresan di ban dan lainnya.

Pengecekan pun perlu dilakukan kembali agar tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan saat mobil digunakan untuk mobilitas harian.

Tidak, hanya saja ban mobil listrik memerlukan tekanan angin yang lebih tinggi karena beban mobil tersebut biasanya lebih berat dibandingkan dengan mobil konvensional.