Tiongkok Desak Gencatan Senjata Usai Serangan AS-Israel ke Iran
Sumber Foto: newsreal.id
Internasional

Tiongkok Desak Gencatan Senjata Usai Serangan AS-Israel ke Iran

Nadir Media - NEWSREAL.ID, BEIJING- Pemerintah Tiongkok akhirnya buka suara setelah serangan besar-besaran Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Melalui pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok menyampaikan keprihatinan mendalam dan mendesak agar gencatan senjata segera dilakukan.

Menurut laporan Xinhua, Beijing menegaskan bahwa kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial Iran harus dihormati. Sikap ini menandakan Tiongkok tidak ingin konflik semakin meluas di kawasan Timur Tengah. Respons serupa juga datang dari Rusia. Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menyebut serangan AS-Israel sebagai “serangan bersenjata tanpa provokasi” dan menyerukan penghentian permusuhan segera.

Bahkan mantan presiden Rusia, Dmitry Medvedev, melontarkan kritik tajam kepada Presiden AS Donald Trump. Ia menilai Trump yang selama ini mengklaim diri sebagai pembawa perdamaian justru menunjukkan wajah berbeda lewat aksi militer tersebut.

Jadi Korban

Serangan gabungan AS-Israel sejak Sabtu (28/2/2026) dilaporkan menewaskan sedikitnya 201 orang dan melukai lebih dari 700 lainnya. Selain Khamenei, sejumlah pejabat tinggi Iran turut menjadi korban, termasuk Menteri Pertahanan Amir Hatami dan Komandan IRGC Mohammad Pakpour.