Tindakan Tegas Pemkab Blora atas Skandal Bank Blora Artha
Blora, BLORANEWS.COM – Kepercayaan masyarakat terhadap Bank Blora Artha saat ini mengalami penurunan signifikan. Krisis yang disebabkan oleh kredit macet dengan total lebih dari Rp20 miliar telah mengguncang keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sebelumnya diharapkan menjadi pilar ekonomi lokal.
Pemerintah Kabupaten Blora mengambil langkah-langkah cepat dan tegas untuk mengatasi masalah ini. Bank yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi ekonomi daerah kini terjerat oleh tindakan oknum tertentu dan lemahnya pengawasan.
Dalam beberapa bulan terakhir, laporan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa kondisi keuangan Bank Blora Artha berada dalam keadaan minus. Menanggapi situasi ini, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menegaskan akan ada pembenahan menyeluruh, termasuk restrukturisasi manajemen bank tersebut.
"Blora Artha harus kita perbaiki. Nanti akan kita support dengan kepengurusan baru yang akan segera dilantik," ujar Wakil Bupati dalam keterangan tertulisnya.
Ia menambahkan bahwa tidak diperlukan audit ulang karena temuan yang sudah ada dari OJK dianggap cukup sebagai dasar untuk mengambil tindakan. "OJK sudah menilai, hasilnya minus. Kita sempurnakan, dan kita beri waktu," jelasnya.
Wakil Bupati juga mengungkapkan bahwa debitur yang belum menyelesaikan kewajibannya akan segera dipanggil oleh pihak berwenang. "Semua yang tidak bayar akan kita panggil. Konsekuensinya apa, pasti tahu sendiri," tegasnya.
Sri Setyorini mengingatkan bahwa pengurus lama tidak bisa sekadar mundur dan melepaskan tanggung jawab. "Pengurus ini harus tanggung jawab dulu. Kalau dilepas begitu saja, sama saja bohong," tambahnya.
Langkah hukum terkait kasus kredit macet ini sudah mulai berjalan, dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah yang terlibat sejak akhir tahun 2024. Enam pejabat penting di Bank Blora Artha telah dimintai klarifikasi oleh Kejaksaan Negeri Blora.
"Kalau salah, ya salah. Tidak ada pendampingan. Kalau tidak mau mengembalikan, ya sudah, tinggal kita proses," tandas Sri Setyorini, menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak melindungi pihak-pihak yang terbukti bersalah.
Pemerintah daerah berharap langkah-langkah tegas ini dapat mengembalikan kredibilitas Bank Blora Artha dan memberikan rasa aman bagi nasabah yang selama ini merasa cemas akan dana mereka.




