Teknologi XERF: Inovasi Pengencangan Kulit Non-Bedah Resmi Hadir di Surabaya
Sumber Foto: Megapolitan.ID
Lifestyle

Teknologi XERF: Inovasi Pengencangan Kulit Non-Bedah Resmi Hadir di Surabaya

dok.metrotvnews.com

Megapolitan.id – Industri estetika di Indonesia kembali mencatat babak baru. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan kulit dan penampilan, teknologi medis berbasis sains terus berkembang untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin selektif. Kini, Indonesia kedatangan teknologi pengencang kulit atau skin tightening generasi terbaru asal Korea Selatan yang digadang-gadang membawa standar baru dalam perawatan non-invasif. Teknologi tersebut adalah monopolar Radiofrequency (RF) pertama di dunia yang menggabungkan dua panjang gelombang sekaligus, yakni 6,78 MHz dan 2 MHz, yang dikenal dengan nama XERF.

Kehadiran teknologi ini bukan sekadar peluncuran alat estetika baru. Ia mencerminkan pergeseran tren perawatan kulit modern, di mana masyarakat semakin mengutamakan hasil yang optimal dengan prosedur yang aman, nyaman, dan minim waktu pemulihan. Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan terhadap perawatan peremajaan kulit tanpa bedah terus meningkat, seiring gaya hidup aktif yang membuat banyak orang enggan menjalani prosedur dengan downtime panjang.

Teknologi XERF hadir dengan pendekatan yang berbeda. Dengan mengombinasikan dua frekuensi radio dalam satu perangkat, XERF memungkinkan pengantaran energi yang tidak hanya menjangkau lapisan kulit lebih dalam, tetapi juga bekerja secara presisi pada area yang membutuhkan perbaikan struktur jaringan. Pendekatan inilah yang menjadi pembeda utama dibandingkan teknologi RF konvensional.

“Kombinasi frekuensi ganda ini memungkinkan pengantaran energi tidak hanya lebih dalam, tetapi juga lebih presisi pada area yang membutuhkan. Hasilnya, kulit menjadi lebih halus dan kencang secara optimal namun tetap aman bagi pasien,” kata Clinic Owner Maharva Clinic, Aji Bayu Chandra, dalam keterangan tertulis yang dikutip dari Media Indonesia, Senin, 16 Februari 2026.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi XERF sebagai teknologi medis yang tidak hanya mengejar hasil estetika, tetapi juga mengedepankan aspek keamanan. Dalam dunia estetika modern, faktor keamanan menjadi perhatian utama, terlebih bagi pasien yang menjalani perawatan berulang dalam jangka panjang. Teknologi yang mampu bekerja efektif tanpa merusak jaringan sekitar menjadi nilai tambah yang signifikan.

Debut resmi teknologi medis non-invasif ini di Indonesia dilakukan melalui kolaborasi strategis antara idsMED Aesthetics Indonesia dan Maharva Clinic. Peluncuran yang digelar di Maharva Clinic Surabaya ini menandai penggunaan pertama teknologi XERF di Tanah Air. Momen ini sekaligus menjadi penanda bahwa Indonesia kini mulai sejajar dengan negara-negara lain yang lebih dahulu mengadopsi teknologi estetika berbasis riset mutakhir.

Pemilihan Surabaya sebagai lokasi debut XERF bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan layanan kesehatan dan estetika di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Surabaya menunjukkan perkembangan signifikan sebagai destinasi wisata medis, dengan fasilitas klinik yang semakin modern dan tenaga profesional yang kompeten. Kehadiran XERF semakin memperkuat posisi tersebut.

Dari sisi pasar, kehadiran teknologi ini menjadi jawaban atas meningkatnya permintaan masyarakat terhadap perawatan kulit premium tanpa prosedur bedah. Banyak pasien kini mencari solusi yang mampu memberikan efek pengencangan dan peremajaan kulit tanpa rasa sakit berlebihan dan tanpa harus mengorbankan waktu produktif mereka. Dengan downtime yang minimal, pasien dapat kembali beraktivitas normal dalam waktu singkat setelah perawatan.

Inovasi XERF juga telah mengantongi persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat. Persetujuan ini menjadi indikator penting bahwa teknologi tersebut telah melalui serangkaian uji keamanan dan efektivitas yang ketat sesuai standar global. Bagi pasien dan praktisi medis, sertifikasi FDA memberikan rasa aman tambahan dalam penggunaan teknologi ini.

Vice President idsMED Aesthetics Indonesia, Andy Rahardja, menilai bahwa Indonesia merupakan pasar estetika yang sangat dinamis, khususnya pada segmen perawatan non-bedah. Menurutnya, perubahan gaya hidup dan meningkatnya kesadaran terhadap penampilan membuat teknologi seperti XERF memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar lokal.

Ia menambahkan bahwa kehadiran XERF diposisikan untuk memperkuat standar layanan estetika nasional agar sejajar dengan tren global. Dalam konteks ini, kolaborasi dengan klinik yang memiliki visi sejalan menjadi faktor penting untuk memastikan implementasi teknologi berjalan optimal dan sesuai dengan standar medis yang berlaku.

“Kehadiran XERF adalah bagian dari visi strategis kami untuk menghadirkan teknologi global yang relevan dengan kebutuhan pasar lokal. Kami bangga Maharva Clinic menjadi mitra pertama yang mengadopsi standar layanan berbasis sains ini,” kata Andy.

Pernyataan tersebut menyoroti peran penting kolaborasi antara distributor teknologi medis dan penyedia layanan estetika. Inovasi tidak akan memberikan dampak maksimal tanpa dukungan ekosistem yang tepat, mulai dari pelatihan tenaga medis, edukasi pasien, hingga pemilihan teknologi yang sesuai dengan karakteristik kulit masyarakat Indonesia.

Senada dengan hal tersebut, Head of Aesthetics idsMED Indonesia, Marisa Theresia, menambahkan bahwa diferensiasi utama XERF terletak pada distribusi energi yang lebih presisi serta kenyamanan yang dirasakan pasien selama prosedur berlangsung. Aspek kenyamanan menjadi faktor krusial, terutama bagi pasien yang baru pertama kali mencoba perawatan berbasis teknologi RF.

Dengan distribusi energi yang terkontrol, risiko rasa panas berlebih dapat diminimalkan, sehingga prosedur terasa lebih nyaman tanpa mengurangi efektivitas hasil. Hal ini sejalan dengan tren global di mana teknologi estetika tidak hanya dinilai dari hasil akhirnya, tetapi juga dari pengalaman pasien selama perawatan.

Resminya XERF beroperasi di Surabaya diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap teknologi pengencang kulit premium. Kehadiran teknologi ini membuka peluang bagi lebih banyak pasien untuk merasakan perawatan berstandar internasional tanpa harus bepergian ke luar negeri. Dari sisi industri, langkah ini turut mendorong transfer teknologi dan peningkatan kompetensi tenaga medis lokal.

Lebih jauh, perkembangan ini juga memperkuat posisi Surabaya sebagai salah satu destinasi wisata medis dan estetika utama di Indonesia selain Jakarta. Dengan semakin banyaknya teknologi mutakhir yang tersedia, Surabaya berpotensi menarik pasien tidak hanya dari wilayah Jawa Timur, tetapi juga dari daerah lain di Indonesia, bahkan mancanegara.

Secara keseluruhan, kehadiran XERF di Indonesia mencerminkan arah baru industri estetika nasional yang semakin berbasis pada inovasi, riset, dan standar global. Teknologi ini tidak hanya menawarkan solusi pengencangan kulit yang efektif, tetapi juga menghadirkan paradigma baru tentang bagaimana perawatan estetika seharusnya dijalankan: aman, nyaman, presisi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, adopsi teknologi seperti XERF menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepercayaan masyarakat. Dengan dukungan regulasi, kolaborasi yang solid, serta edukasi berkelanjutan, teknologi ini berpotensi menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan estetika medis di Indonesia.

Apakah Artikel ini bermanfaat?

Yes 0 No 0

perawatan kulit non bedah radiofrequency skin tightening wisata medis XERF

Sources metrotvnews.com

Salwa

previous post

Abdul Harris Bobihoe Dorong Kolaborasi Strategis Berantas Penyalahgunaan Napza

next post

Sasar Kegiatan Seminar, Pelaku Pencurian di Hotel Berbintang Ditangkap Polisi

Baca Artikel Lain

Daftar HP Terbaru 2026 Indonesia yang Wajib Dilirik, Performa Kencang...

1 April 2026

Smartphone Sultan Dreame: Harga Tembus Rp250 Juta.

17 Maret 2026

Voice AI Ubah Layanan Pelanggan, Era Menunggu Lama di Customer...

16 Maret 2026

Google Tingkatkan Performa Android dengan AutoFDO, Ponsel Bisa Lebih Cepat...

12 Maret 2026

Tecno Modular Phone: Smartphone Ultra Tipis 4,9 mm dengan Teknologi...

11 Maret 2026

realme Narzo Power 5G: Smartphone dengan Baterai 10.001 mAh yang...

8 Maret 2026