Tasya Farasya Diserang Netizen Usai Bongkar Gimmick Konten Bunga Sartika
Dunia media sosial Indonesia memang tidak pernah sepi dari drama bahkan baru-baru ini influencer Tasya Farasya kena hujat netizen imbas bongkar gimmick konten Bunga Sartika “Halo Kaka”. Seperti diketahui, jagat TikTok dan X (Twitter) saat ini sedang ramai membahas mundurnya Bunga Sartika dari konten ikonik “Halo Kak, boleh spill skincare-nya dong?”. Menariknya, sorotan netizen kini tidak hanya tertuju pada Bunga saja, tapi justru berbalik menyerang Tasya Farasya.
Kok bisa hal ini terjadi? Padahal niat Tasya awalnya mungkin hanya ingin memberikan edukasi soal transparansi konten. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah rangkuman faktanya per 27 Februari 2026.
Tasya Farasya Kena Hujat Netizen, Dari Suhu Kini Menjadi Sasaran Kritik
Selama ini, Tasya Farasya memang terkenal sebagai Queen of Review yang jujur. Namun, unggahannya yang membongkar bahwa konten cegat skincare itu adalah settingan berbayar justru memicu perdebatan sengit. Netizen yang merasa kasihan pada Bunga Sartika mulai melontarkan kritik pedas ke arah Tasya. Mereka menilai tindakan Tasya terlalu keras dan bisa mematikan rezeki orang lain, terutama karena Bunga masih sangat muda yakni 19 tahun dan baru merintis karier.
“Gueeee pernah mendapat tawaran dibayar buat ‘haloo kakak boleh spill skincarenya kak’ Gueee tolak cetasssssssss, ” tulis Tasya beberapa hari lalu di Threads.
“Iya sih jujur, tapi apa harus Tasya bongkar sampai bikin anak orang kehilangan pekerjaan?” tulis salah satu komentar populer di platform X.
Alasan Netizen Murka ke Tasya
Ada beberapa poin utama yang membuat Tasya Farasya kena hujat netizen. Kini opini publik terbelah dan sebagian besar banyak yang menghujat mantan istri Ahmad Assegaf tersebut. Mayoritas netizen menilai Tasya membatasi kreativitas konten kreator lain.
Beberapa netizen merasa Tasya yang notabene sudah berada di puncak karier dan memiliki privilege besar, seharusnya tidak perlu mencampuri urusan konten kreator kecil yang sedang mencari celah pasar.
Selain itu, pengakuan Tasya juga sukses membuat Bunga merasa tertekan secara mental hingga akhirnya memutuskan mundur total. Netizen menganggap sindiran tersebut terlalu berlebihan untuk sebuah konten hiburan yang sebenarnya sudah banyak orang tahu adalah marketing. Netizen pun kini mulai mengungkit kembali kerja sama-kerja sama Tasya sebelumnya. Mereka mempertanyakan apakah semua konten Tasya juga 100% organik tanpa campur tangan brand atau tidak.
“Padahal Tasya juga bikin konten pasti ada endorsement juga, malah kini mematikan rejekinya orang lain. Sok paling bersih aja lu, Tasya! ” timpal warganet lainnya.
Pro dan Kontra, Antara Pembelaan vs Hujatan
Di sisi lain, tim “Pro-Tasya” tetap bertahan dengan pendapat bahwa kejujuran adalah nomor satu. Mereka berargumen bahwa konsumen berhak tahu mana yang benar-benar rekomendasi jujur dan mana yang akting belaka. Namun, hingga 27 Februari 2026 ini, sentimen negatif terhadap Tasya terpantau cukup tinggi.
Kolom komentar di akun Instagramnya penuh dengan perdebatan antara fans setianya dengan netizen yang merasa sang artis terlalu arogan dalam membongkar konten orang lain. Bahkan, fans yang semula memujinya kini berubah haluan untuk meninggalkannya. Mereka merasa kecewa atas tindakan artis favoritnya tersebut.
“Padahal tadinya aku salut sama Tasya. Sekarang Auto Unfollow!” tulis salah satu netizen yang kecewa.
Dampak bagi Bunga Sartika
Sementara Tasya Farasya kena hujat netizen habis-habisan, Bunga Sartika justru banjir dukungan moral. Banyak yang merasa sedih karena jargon “Halo Kaka” yang menghibur itu kini harus hilang. Bunga sendiri sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Namun ia tetap memilih mundur demi ketenangan jiwanya setelah terseret polemik dengan sang beauty influencer ternama tersebut.




