Tantangan Overthinking dalam Bisnis di Kalimantan Selatan
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Minat berwirausaha anak muda di Indonesia, khususnya Kalimantan Selatan, dinilai cukup tinggi. Hal ini disampaikan perwakilan Wetland Box, M. Zailani Iman (Marketing and Partnership) dan Yoren John Elvianus Tuwonaung (Research and Development), dalam siaran Ruang UMKM RRI Pro 4 Banjarmasin, Rabu, 18 Februari 2026.
Yoren mengatakan, anak muda saat ini sangat menjunjung tinggi estetika dalam merancang konsep produk yang akan dijual. Namun, mereka kerap menunda peluncuran produk karena terlalu banyak pertimbangan dan rasa takut.
“Kalangan Gen Z juga sering terpapar media sosial,” ujar Yoren. “Mereka bisa menghabiskan waktu tiga hingga empat jam lebih banyak di media sosial dibandingkan generasi lain.”
Sementara itu, Zailani menambahkan terdapat beberapa faktor yang membuat anak muda cenderung berpikir berlebihan atau overthinking. Faktor tersebut antara lain tekanan lingkungan, persepsi orang lain, serta pola pikir bisnis yang belum terbentuk kuat.
“Mereka takut jika dalam kurun waktu tertentu belum memiliki pelanggan,” ujar Zailani. “Hal itulah yang kemudian memunculkan kekhawatiran terhadap penilaian orang lain.”
Menurutnya, overthinking juga dipicu kurangnya kepercayaan diri akibat pola pikir yang belum tertata. Selain itu, sifat perfeksionis yang menuntut kesempurnaan sebelum produk dipasarkan turut menjadi penghambat.
Zailani menjelaskan, produk yang baik justru lahir melalui proses panjang yang melibatkan kritik dan masukan pelanggan. Kritik tersebut menjadi bahan evaluasi untuk berinovasi agar produk sesuai dengan kebutuhan pasar.
Keduanya mengingatkan, anak muda perlu menghargai proses, bukan hanya berorientasi pada hasil akhir. Dari proses itulah pebisnis dapat belajar dan mengambil langkah yang lebih bijaksana ke depan.




