Tang Dan Menangkan Pertandingan Melawan Juara Catur Tiongkok
Nadir Media - Selalu ada perdebatan menarik di dunia catur (baik catur biasa maupun catur Tiongkok) tentang kemampuan pemain wanita. Bisakah wanita mengalahkan pria dalam olahraga intelektual ini?
Dibandingkan dengan catur, catur Tiongkok sebagian besar mempertahankan sifatnya yang elegan dan halus, kurang dipengaruhi oleh kekuatan fisik atau kemajuan teknologi. Karena itu, pemain wanita papan atas terkadang dapat bersaing melawan pemain pria dengan kaliber yang sama.
Dan berbicara tentang kompetisi ini, Tang Dan adalah simbol "pemberdayaan perempuan" di dunia catur Tiongkok. Pemain kelahiran tahun 1990 ini terkenal karena penampilannya yang cantik dan dominasinya yang mutlak dalam turnamen wanita.
Para penggemar catur Vietnam tentu belum melupakan satu-satunya pertandingan antara Duong Dan dan Nguyen Thanh Bao - yang dianggap sebagai pemain nomor 2 dalam catur Vietnam selama bertahun-tahun.
Hasilnya adalah kemenangan bagi Đường Đan ketika keduanya saling berhadapan dalam format catur cepat di Piala Chengdu Jinjiang.
Dan di Piala Wuyang - turnamen super yang dijuluki "tempat suci para raja catur" yang berlangsung sengit dalam beberapa hari terakhir (dengan partisipasi Lai Ly Huynh), Duong Dan terus menciptakan sensasi.
Menjelang babak keempat, Zhao Fanwei mendominasi Grup C dengan 2 kemenangan dan 1 hasil imbang (7 poin), sementara Tang Dan hanya berhasil meraih satu hasil imbang di grup ini.
Zhao Fanwei menduduki peringkat ke-19 di Tiongkok dan merupakan juara Pekan Olahraga Intelektual Tiongkok 2023. Ia dianggap sebagai salah satu juara nasional, dengan kemampuan catur yang hampir setara dengan bintang-bintang masa kini seperti Yin Sheng, Wang Yubo, dan Meng Fanrui.
Namun kemudian, di pertandingan keempat, Zhao Fanwei secara tak terduga kalah dari Tang Dan. Hal ini kembali menyulut persaingan untuk posisi puncak di Grup C.
"Luar biasa" Dan, atau "permaisuri," "jenderal wanita," "pejuang wanita" adalah julukan yang sering diberikan komunitas catur Tiongkok kepada Tang Dan. Dan di turnamen catur paling bergengsi, dia sekali lagi menunjukkan karismanya.
Dalam pertandingan lain di Asian Mind Games, Duong Tu Nam - pemain wanita peringkat kedua di turnamen tersebut - mengalahkan Nguyen Minh Nhat Quang, yang juga merupakan pemain yang sangat kuat dari Vietnam.
Sejarah catur Tiongkok juga mencatat seorang pemain wanita yang mendominasi Piala Wuyang, yaitu Shen Sifan, yang mengalahkan banyak grandmaster dalam turnamen tersebut.
Dahulu kala, Tiongkok pernah menyelenggarakan turnamen "liga" bagi Tang Dan untuk berkompetisi melawan juara catur putra, khususnya Wang Yang.
Akibatnya, Wang Yang dan Tang Dan memiliki kemampuan yang seimbang dalam catur standar, dan dibutuhkan lima pertandingan catur cepat sebelum Wang akhirnya mengalahkan ratu catur Tiongkok.
Komunitas catur Tiongkok pernah memprediksi bahwa kemampuan catur Tang Dan – jika ia berlatih dan berkompetisi secara konsisten di turnamen putra – akan cukup kuat untuk mencapai peringkat 30 besar dunia. Dan saat ini, komunitas catur Tiongkok percaya bahwa ia mampu mengalahkan juara mana pun dari negara lain.
HUY DANG




