Sriwijaya FC: Dari Kejayaan Menuju Keterpurukan, Tedi Berlian Berjuang Demi Masa Depan Pemain Muda
Sumber Foto: Sripoku.com
Nadir Fokus

Sriwijaya FC: Dari Kejayaan Menuju Keterpurukan, Tedi Berlian Berjuang Demi Masa Depan Pemain Muda

PALEMBANG - Sriwijaya FC, klub sepak bola yang pernah meraih kejayaan dengan gelar double winner, kini berada di ambang degradasi setelah mengalami kekalahan telak 0-5 dari Sumsel United dalam Derby Sumsel yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Kekalahan ini semakin mempertegas posisi tim yang terpuruk di kompetisi Pegadaian Championship 2025/26.

Asisten pelatih Tedi Berlian tetap menunjukkan komitmennya untuk mendampingi tim sampai akhir musim meskipun kondisi klub sangat memprihatinkan. Sriwijaya FC tengah mengalami krisis finansial yang membuat para pemain tidak mendapatkan gaji dan tidak dapat menjalani latihan rutin. Dalam situasi sulit ini, mereka hanya bisa bertanding untuk menghindari sanksi walk out (WO) yang dapat berujung pada denda signifikan.

“Saya berharap mungkin untuk saat ini saya menunggu keajaiban,” ungkap Tedi Berlian setelah pertandingan melawan Sumsel United. Ia mengakui bahwa dengan kondisi yang ada, sangat sulit bagi tim untuk naik peringkat atau meraih kemenangan.

Dengan semangat yang tersisa, Tedi berusaha untuk memotivasi para pemain muda yang tetap setia membela Sriwijaya FC. Ia menekankan pentingnya mereka menyelesaikan kompetisi ini meskipun dalam keadaan yang sangat sulit. “Kasihan kalau anak-anak ini dilepas. Saya akan terus mendukung mereka dan berharap mereka dapat menjadikan pengalaman ini sebagai ajang pembuktian,” ujarnya.

Di tengah krisis yang melanda, Tedi menyebutkan bahwa tim tidak dapat menjalani sesi latihan yang memadai, sehingga hanya mengandalkan official training sebelum pertandingan. Hal ini berdampak pada performa tim, di mana banyak pemain mengalami kram dan kesulitan mengikuti intensitas permainan lawan yang telah lebih siap secara fisik.

“Realistis untuk saat ini, sulit bagi kita untuk bersaing di papan atas. Kita hanya bisa menuntaskan pertandingan sampai akhir musim,” tambah Tedi Berlian. Dengan masih tersisa sepuluh pertandingan, ia bertekad untuk tetap mendampingi anak-anak muda ini hingga kompetisi berakhir.

Sriwijaya FC, yang dulunya menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan, kini harus berjuang keras untuk menghindari degradasi ke Liga 3. Dalam kondisi yang serba sulit ini, harapan akan keajaiban menjadi satu-satunya motivasi bagi tim untuk terus berjuang di sisa kompetisi.