Sengketa PSG dan Mbappe Memanas, Juru Sita Siap Sita Aset Klub
Sengketa PSG vs Mbappe Memanas: Juru Sita Siap Menyita Aset Klub Terkait Utang Gaji €2 Juta
pri
21 Februari 2026
Kylian Mbappe resmi memperkuat Real Madrid. (foto: instagram/@realmadrid)
Share on Facebook Share on Twitter
ADVERTISEMENT
WWW. PASJABAR.COM — Perselisihan hukum antara Paris Saint-Germain dan mantan bintang mereka, Kylian Mbappe, memasuki babak baru yang penuh ketegangan setelah klub gagal mematuhi sepenuhnya putusan pengadilan. Meskipun PSG telah melakukan upaya signifikan untuk melunasi kewajibannya, kekurangan pembayaran sebesar €2 juta memicu tim hukum Mbappe untuk kembali mengambil tindakan keras.
Kekurangan dana ini mendorong ancaman pengiriman juru sita ke kantor administrasi klub.
Jika hal terjadi maka itu untuk kedua kalinya juru sita datang menyita sisa dana yang belum dibayarkan PSG kepada Mbappe.
Rincian Utang dan Putusan Pengadilan
Perselisihan ini berakar dari putusan pengadilan industri Paris pada Desember 2025 yang memerintahkan PSG membayar total lebih dari €60 juta kepada penyerang Real Madrid tersebut. Jumlah ini mencakup berbagai komponen finansial dari masa jabatan terakhir Mbappe di Paris:
Bonus Penandatanganan: Angsuran ketiga sebesar €36,6 juta bruto ditambah €3,6 juta untuk gaji liburan.
Gaji Tertunggak: Gaji bruto sebesar €17,2 juta untuk bulan April, Mei, dan Juni 2024.
Cuti Berbayar: Sebesar €1,7 juta untuk periode yang sama.
Bonus Etika: Total €1,5 juta untuk tiga bulan terakhir masa kontraknya.
Biaya Hukum: PSG juga diwajibkan menanggung biaya hukum tim Mbappe sebesar €5.000.
Baca juga: Menteri Pertanian Tinjau Longsor Cisarua, Salurkan Bantuan 20 Truk
Sejauh ini, PSG telah melunasi jumlah utama sebesar €55 juta dan sempat menambahkan €4 juta setelah adanya intervensi fisik dari petugas penegak hukum sebelumnya. Namun, saldo akhir sebesar €2 juta masih menjadi titik sengketa.
Pembelaan PSG dan Risiko Reputasi
Pihak PSG bersikeras bahwa mereka telah memenuhi seluruh kewajiban finansialnya. Seorang juru bicara klub menjelaskan bahwa selisih angka yang terjadi disebabkan oleh perbedaan perhitungan teknis terkait kontribusi jaminan sosial karyawan, bukan karena kesengajaan menahan gaji.
Baca juga: Real Madrid Bekukan Negosiasi Kontrak Vinicius Jr Setelah Aksi Ngamuk di El Clasico!
Selain kerugian finansial, PSG kini menghadapi risiko malu publik yang besar karena putusan pengadilan menyertakan sanksi tambahan:
Publikasi Kekalahan: PSG wajib mempublikasikan teks lengkap kekalahan hukum mereka di halaman utama situs resmi klub selama satu bulan penuh.
Batas Waktu Banding: Klub memiliki waktu hingga 19 Februari untuk mengajukan banding resmi guna menghindari denda dan sanksi publikasi tersebut.
Baca juga: Skandal Rasisme di Liga Champions: Kylian Mbappe Ungkap Gianluca Prestianni Menghina Vinicius Junior dengan Sebutan Monyet Sebanyak 5 Kali
Akhir Hubungan yang Pahit Antara PSG dan Mbappe
Keputusan ini menandai kegagalan argumen PSG yang mengeklaim bahwa Mbappe pernah setuju untuk melepaskan bonus-bonus tersebut saat ia ditarik dari skuad pada tahun 2023. Hakim pengadilan industri menjadi badan independen kedua yang menolak argumen manajemen klub dan berpihak sepenuhnya pada hak-hak pemain.
Situasi ini menempatkan hierarki PSG dalam posisi rentan, di mana mereka harus segera menentukan langkah hukum selanjutnya sebelum tenggat waktu berakhir guna menghindari penyitaan aset secara paksa oleh juru sita.
Editor:
Tags: berita bola internasional Bonus penandatanganan Mbappe PSG Hukum Olahraga Juru sita datangi Parc des Princes Kylian Mbappe Kylian Mbappe tuntut PSG €60 juta Ligue 1 Parc des Princes PSG PSG gagal bayar gaji Mbappe Putusan pengadilan Mbappe PSG 2026 Real Madrid Sengketa Gaji Sengketa PSG vs Mbappe Utang Gaji
Related Posts
HEADLINE
Jose Mourinho dan Real Madrid: Nostalgia Berbahaya Florentino Perez di Tengah Krisis
30 April 2026
HEADLINE
Malam Kelam di Paris: Manuel Neuer Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah Liga Champions
29 April 2026
HEADLINE
Hujan 9 Gol di Parc des Princes: Kvaratskhelia Borong Dua Gol, PSG Tekuk Bayern Munich 5-4
29 April 2026




