Sengketa Lahan Warga di Pulau Gebe: Perusahaan Gubernur Malut Diduga Ingkar Janji Ganti Rugi
DETIKINDONESIA.CO.ID,HALTENG – PT Karya Wijaya (KW), perusahaan nikel milik Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, diduga menguasai lahan milik warga di Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, tanpa kejelasan terkait kompensasi. Lahan seluas belasan hektare yang merupakan warisan turun-temurun milik warga bernama Aska Medo telah digusur untuk aktivitas eksploitasi dan produksi nikel, padahal sebelumnya ditumbuhi ribuan tanaman produktif.
Informasi tersebut disampaikan oleh seorang kerabat dekat Aska Medo saat ditemui awak media pada Jumat (20/02/2026). Menurutnya, lahan yang digusur bukan lahan kosong melainkan memiliki berbagai tanaman bernilai ekonomi seperti kelapa, pinang, dan sagu dengan jumlah diperkirakan lebih dari 18.000 pohon, yang kini telah rata digusur oleh alat berat perusahaan.
“Penggusuran sudah berlangsung cukup lama. Sebelum itu, pihak perusahaan sempat merayu Ibu Aska Medo dengan janji kerja sama bongkar muat (PBM) material nikel serta suplai logistik ke perusahaan sebagai bentuk kompensasi. Tapi janji tersebut tak pernah terealisasi dan diduga hanya modus,” ujar kerabat tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari DETIKIndonesia.co.id. Mari bergabung di Channel Telegram "DETIKIndonesia.co.id", caranya klik link https://t.me/detikindonesia, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Penulis:
Editor :
Sumber :
Halaman : 1 2 Selanjutnya




