Satu Tahun Danantara: Saham BUMN Tunjukkan Kenaikan Signifikan
Sumber Foto: Kompasiana.com
Nasional

Satu Tahun Danantara: Saham BUMN Tunjukkan Kenaikan Signifikan

Nadir Media - Tepat di tanggal 24 Februari 2026, kita memperingati satu tahun berdirinya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Sebagai "pemain baru" yang memegang mandat besar mengelola aset negara, banyak pihak awalnya skeptis. Namun, data pergerakan saham setahun terakhir seolah menjawab keraguan itu dengan nada optimis.

Bukan sekadar ganti baju organisasi, konsolidasi di bawah Danantara tampaknya memberikan napas baru bagi efisiensi emiten BUMN. Hasilnya? Mayoritas emiten bursa di bawah payung ini berhasil hasilkan return positif yang cukup mencengangkan.

Jika bicara soal siapa yang paling "cuan", sektor pertambangan dan logam masih memegang mahkota. PT Timah Tbk (TINS) tampil sebagai primadona dengan lonjakan harga saham fantastis mencapai 319,14%. Angka ini tentu bukan kebetulan; perbaikan tata kelola internal dan momentum harga komoditas global menjadi kombinasi maut.

Menyusul di belakangnya, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) membuktikan tajinya dengan penguatan 250,98%, disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang naik 171,95%. Ketiganya menjadi bukti bahwa hilirisasi yang dikawal Danantara mulai membuahkan hasil nyata bagi dompet para investor.

Kejutan manis juga datang dari langit. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 86,96%. Bagi banyak pengamat, ini adalah sinyal kembalinya kepercayaan pasar terhadap maskapai kebanggaan kita pasca-restrukturisasi besar-besaran.

Di sektor energi, PT Elnusa Tbk (ELSA) juga tak mau kalah dengan kenaikan 87,20%. Sementara itu, meski sektor konstruksi sering diterpa isu likuiditas, beberapa emiten tetap kokoh. PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) berhasil mencatatkan kenaikan 64,77%, sementara PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) tumbuh sebesar 49,25%.

Di sektor keuangan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mewakili wajah perbankan BUMN dengan pertumbuhan harga 50,54%. Tak ketinggalan, sang raksasa digital PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tetap memberikan performa stabil dengan apresiasi 37,31%.

Secara keseluruhan, di momen Ulangtahun Danantara ke 1 ini, kita melihat distribusi kenaikan harga yang cukup merata. Ini menunjukkan bahwa penguatan fundamental mulai merambah ke berbagai lini ekosistem BUMN. Tentu, tantangan ke depan masih besar, namun rapor satu tahun pertama ini setidaknya memberikan harapan bahwa aset negara kita berada di jalur yang benar.