Resepsi Festival Musim Semi Tiongkok di Medan Sambut Imlek 2577
RRI.CO.ID, Medan - Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan menggelar Resepsi Festival Musim Semi 2026 atau Spring Festival Reception, sebagai rangkaian penyambutan Imlek 2577.
Pada 2026, perayaan Imlek jatuh pada 17 Februari dan menandai dimulainya Tahun Kuda Api. Konsul Jenderal Tiongkok di Medan, Huang He, menyampaikan dalam budaya Tiongkok, kuda melambangkan kebebasan dan vitalitas, serta semangat berjuang dan pantang mundur.
"Kuda tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan Tiongkok, tetapi juga elemen yang tak terpisahkan dari budaya Tiongkok. Di tahun baru ini, saya mendoakan Anda semua memiliki semangat seperti naga dan kuda, serta mendapatkan kesuksesan dalam segala hal," ujarnya saat memberi sambutan, Kamis malam 5 Februari 2026.
Ia menuturkan, selama beberapa bulan ini, selain Medan dan Sumatra Utara, ia telah mengunjungi Sumatra Barat dan Aceh. Pada masa sulit ketika tiga provinsi ini dilanda banjir, pihaknya berdiri teguh bersama masyarakat setempat.
"Komunitas Tionghoa Sumatra, PMA Tiongkok, dan tim penyelamat sipil Tiongkok secara aktif berpartisipasi dalam upaya penyelamatan dan bantuan pada kesempatan pertama, yang mencerminkan semangat komunitas dengan masa depan bersama dan saling membantu melalui tindakan nyata. Baik Tiongkok maupun Indonesia adalah negara-negara penting di kawasan Asia-Pasifik, dan anggota penting dari negara-negara berkembang," ujarnya.
Huang He juga mengatakan hubungan Tiongkok-Indonesia di berbagai bidang seperti politik, ekonomi dan perdagangan, pendidikan dan kebudayaan saat ini berada pada titik terbaik dalam sejarah. Kerja sama antara kedua negara di bidang-bidang baru seperti ekonomi digital, energi hijau, dan ekonomi biru semakin mendalam.
Menjelang Tahun Baru Kuda, ia berharap hubungan antara Tiongkok dan Indonesia berkembang lebih pesat dan mencapai tingkatan baru di tahun yang baru mendatang. Tahun 2026 menandai dimulainya Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok.
Tiongkok akan terus memperluas keterbukaan tingkat tinggi, secara bertahap memperluas keterbukaan kelembagaan, menjunjung tinggi sistem perdagangan multilateral, dan memperluas sirkulasi internasional. Bersama-sama membangun Inisiatif Sabuk dan Jalan dengan kualitas tinggi, menciptakan fase baru kerja sama yang saling menguntungkan dengan semua negara.
"Rencana Lima Tahun ke-15 bukan hanya cetak biru pembangunan Tiongkok, tetapi juga peta jalan untuk berbagi pembangunan dengan dunia. Tiongkok bersedia bekerja sama dengan semua negara, termasuk Indonesia, untuk menciptakan masa depan yang lebih baik," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Sumut Ade Sofianita mengatakan, hubungan antara Republik Rakyat Tionghok dan Indonesia terus bertumbuh dalam berbagai bidang strategis. Di Sumatra Utara, kerja sama kedua negara tersebut tercermin dalam peningkatan di bidang investasi, perdagangan, serta perubahan budaya dan pendidikan.
Ia menegaskan keberadaan mitra internasional seperti Republik Rakyat Tiongkok memiliki arti penting untuk kemajuan Sumut. Karena itu, Sumut membuka peluang investasi bagi Tiongkok di bidang hilirisasi industri, pertanian modern, hingga pariwisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.




