Remaja Ditangkap atas Dugaan Pencabulan Empat Anak di Tangsel
Ringkasan Berita:
Polres Tangsel mengamankan remaja Ez (18) atas dugaan pencabulan terhadap 4 anak di bawah umur (usia 3-11 tahun) di wilayah Serpong Utara.
Pelaku diduga mencekoki korban dengan minuman campuran obat dan melakukan ancaman kekerasan serta penyekapan agar korban tidak melapor ke orang tua.
Kasus terbongkar berkat kecurigaan pihak sekolah; salah satu korban yang merupakan kerabat pelaku dilaporkan mengalami dampak medis serius pada bagian vital.
WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG SELATAN – Kabar memilukan datang dari kawasan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.
Seorang ibu berinisial H harus menelan kenyataan pahit setelah mengetahui buah hatinya yang masih balita menjadi korban pencabulan.
Tak hanya satu, total ada empat anak di bawah umur yang diduga menjadi korban kebiadaban seorang remaja berinisial Ez (18).
Polres Tangerang Selatan bergerak cepat dengan mengamankan terduga pelaku pada Jumat (20/2/2026).
Ez kini mendekam di balik sel tahanan untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait laporan polisi bernomor LP/B/410/8/2026/SPKT.
Kapolres Tangsel, AKBP Boy Jamalolo, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan sudah mengamankan pelaku.
"Terduga pelaku sudah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif. Kami terus mendalami kasus ini untuk proses hukum lebih lanjut," tegasnya.
Kapolres memastikan proses hukum kasus ini akan terus berjalan .
Berawal dari Keluhan Sakit saat Buang Air
Awalnya, H tidak menaruh curiga meski anaknya kerap mengeluh sakit di bagian anus.
Sebagai orang tua, ia mengira sang anak hanya mengalami sembelit atau gangguan pencernaan biasa.
"Saya pikir dia pup-nya keras. Saya sempat bilang nanti mama beliin pepaya biar tidak sakit lagi," kenang H dengan suara bergetar saat ditemui di Serpong Utara.
Namun, tabir gelap itu mulai terungkap saat pihak sekolah memanggil H pada awal Februari 2026.
Guru mencurigai bekas kemerahan di leher salah satu anak tetangga yang juga teman bermain anak H.
Setelah diajak bicara dari hati ke hati di ruang kepala sekolah, pengakuan mengejutkan pun meluncur dari bibir mungil anak-anak tersebut.




