Nadir Media - Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - China diketahui memiliki kepentingan ekonomi yang sangat vital di Teheran.
Sehingga, serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menggemparkan Iran pada (1/3/2026) kemarin, membuat Tiongkok bereaksi.
Muncul pertanyaan, apakah China berpotensi melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel secara langsung?
Baca: Timur Tengah Membara! Perancis-Jerman & Inggris Siap Ikut Perang AS Gempur Iran, PD 3 Bisa Pecah?
Mengutip Tribunnews pada (2/3), Perwakilan Tetap China untuk PBB, Fu Cong adalah sosok yang bersuara.
Dia menyatakan kegeraman Beijing atas serangan tersebut, menyebut aksi militer ini sebagai langkah yang mengejutkan.
Terutama karena dilakukan justru di saat proses negosiasi diplomatik antara Washington dan Teheran sedang berlangsung.
Fu Cong menegaskan bahwa China secara konsisten menentang dan mengutuk penggunaan maupun ancaman kekerasan dalam hubungan internasional.
Serta menekankan bahwa kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah Iran harus dihormati.
"China secara konsisten menentang dan mengutuk penggunaan atau ancaman kekerasan dalam hubungan internasional. Kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah Iran harus dihormati," tegas Fu Cong dalam pidatonya yang dikutip Chinadaily.
Beijing menilai serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi itu telah melewati “garis merah” perlindungan sipil.
Tiongkok pun mendesak semua pihak kembali ke perundingan karena kekuatan militer bukan solusi sengketa.
Mengingat, China juga memiliki kepentingan ekonomi vital di Iran, dengan menyerap lebih dari 80 persen ekspor minyak negara tersebut pada 2025.