Nadir Media - JAKARTA, KOMPAS.com – Grup vokal New Pusat Dunia (NPD) mengungkap cerita di balik terbentuknya grup yang kini tengah naik daun lewat lagu “Sempurnanya Aku”.
NPD yang beranggotakan Niky Putra, Mario Caesar, dan Kev (Lukman) awalnya tidak berencana membentuk grup vokal.
Niky mengatakan, ide pertama mereka justru membentuk sebuah band dengan pembagian peran seperti grup musik pada umumnya.
“Ide awalnya adalah kita bagaimana bikin band biasa aja. Maksudnya band, dia main musik, saya nyanyi, Mario mungkin bisa main drum atau segala macam,” kata Niky saat ditemui di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026).
Namun, Kev kemudian mengusulkan konsep yang berbeda.
Menurutnya, membentuk boyband akan terasa lebih unik sekaligus menghibur.
“Tapi kata Kev kayaknya bisa lebih enak kalau misalkan kita jadi boyband aja, biar lebih lucu dan juga bisa lebih menghibur,” ujar Niky.
Usulan tersebut akhirnya disepakati ketiganya hingga lahirlah New Pusat Dunia (NPD).
Dari kreator konten jadi grup vokal
Mario mengatakan, keputusan membentuk grup vokal berawal dari obrolan santai di antara mereka yang sama-sama berprofesi sebagai kreator konten.
“Kalau misalnya untuk kenapa kami bisa jadi boyband, mungkin awalnya memang karena casual aja kayak ngobrol, terus mungkin bercanda-bercanda, tapi ternyata kami mendapatkan banyak pendengar,” kata Mario.
Keputusan itu pun terbukti membuahkan hasil.
Lagu debut mereka, “ Sempurnanya Aku ”, sukses menarik perhatian publik dan viral di media sosial hingga kerap digunakan sebagai musik latar berbagai konten.
NPD kemudian melanjutkan kesuksesan tersebut dengan merilis single kedua berjudul “I Love You But You Lebih Love Me”.
Dalam waktu dekat, NPD akan menggelar NPD World Tour yang dipromotori Antara Suara.
Rangkaian konser tersebut akan berlangsung selama 72 jam pada 23–26 Juli 2026 dengan mengunjungi 12 titik di Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Tangerang Selatan, dan Bogor.
Menurut NPD, pemilihan 12 lokasi tersebut didasarkan pada rute perjalanan yang dinilai paling efektif untuk ditempuh selama tiga hari sekaligus memiliki nilai emosional bagi para personelnya.
Bertajuk World Tour, grup komedi ini mengubah nama kota di Indonesia seperti Korea (Kopo Area) dan Rain City (Bogor).