Nadir Media - JAKARTA, Radarjakarta.id – Proyek pengadaan rak senilai Rp700 miliar untuk kebutuhan koperasi di seluruh Indonesia menuai tanda tanya besar. Pasalnya, pekerjaan bernilai fantastis itu disebut dilakukan tanpa proses lelang terbuka dan langsung menunjuk satu perusahaan, yakni PT Indoraya Multi Internasional.
Perusahaan tersebut dikabarkan dimiliki oleh Shoraya Lolyta Oktaviana. Penunjukan langsung ini memicu sorotan karena PT Indoraya Multi Internasional disebut tidak memiliki pabrik sendiri maupun izin produksi yang memadai untuk mengerjakan proyek skala nasional.
Sejumlah pelaku usaha mempertanyakan mekanisme pengadaan yang dilakukan. Mereka menilai, proyek sebesar itu seharusnya dilelang secara transparan dan terbuka agar memberi kesempatan yang sama bagi pelaku usaha lain, termasuk industri manufaktur rak yang telah berpengalaman.
Bacaan Lainnya
Sandri Rumanama Dorong Danantara Bentuk BUMN Transportasi Digital Nasional
PLN Gelar Workshop Litigation Skill Bahas Dampak KUHP-KUHAP Baru bagi Korporasi
Alarm Prabowo! Dunia di Ambang Perang Nuklir, Bali Kotor, BUMN Siap Dipanggil Kejaksaan
Sorotan semakin tajam setelah muncul dugaan adanya kedekatan pribadi antara pemilik perusahaan dengan seorang perwira tinggi TNI yang disebut menjabat sebagai salah satu direksi di lingkungan PT Agrinas Pangan Nusantara. Dugaan relasi tersebut memunculkan spekulasi publik terkait potensi konflik kepentingan dalam penunjukan proyek tanpa proses tender.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak PT Agrinas Pangan Nusantara terkait alasan penunjukan langsung tersebut, termasuk klarifikasi soal persyaratan teknis, kapasitas produksi, maupun legalitas perusahaan yang ditunjuk.
Di sisi lain, keputusan tidak melibatkan pelaku UMKM lokal juga menjadi kritik tersendiri. Padahal, produksi rak dinilai bukan pekerjaan dengan teknologi tinggi dan dinilai mampu dikerjakan oleh pengusaha lokal di sekitar koperasi penerima manfaat. Keterlibatan UMKM diyakini bisa mendorong pemerataan ekonomi dan menciptakan efek berganda di daerah.
Publik kini menanti transparansi dan penjelasan terbuka dari pihak terkait. Proyek ratusan miliar rupiah yang menggunakan dana besar semestinya dijalankan dengan prinsip akuntabilitas, persaingan sehat, dan bebas dari konflik kepentingan.
Sementara itu, kantor Indoraya Multi Internasional di Plaza Kaha, Tebet, Jakarta Selatan kabarnya disambangi Reskrim Mabes Polri namun Shoraya Lolyta Oktaviana diduga melarikan diri.
Menurut informasi, bahwa berita penangkapan dan pengledahan di kantor Ibu Soraya telah bocor sampai ke telinganya. Di duga Soraya melarikan diri atas perintah seseorang di duga anggota TNI AD aktif yang merupakan kekasih gelapnya berpangkat Mayjen.
Bukan hanya informasi penangkapan, kedekatan Soraya dengan anggota TNI berpangkat Bintang Dua, menguntungkan dirinya. Ada dugaan Soraya menyelesaikan S3 begitu cepat karena bantuan orang dekat tersebut. Begitu pula dengan pekerjaan dan bisnis yang ia kelola banyak mendapat kemudahan berkat kedekatan tersebut.
bumn Proyek 700 Miliar PT Agrinas
Penulis: Eka
Editor: Eka
Sumber: http://radarjakarta.id
Sebarkan
Navigasi pos
Pos sebelumnya Seorang Wartawan Probolinggo Dikeroyok, Polisi Diminta Tindak Tegas
Pos berikutnya Dandim 0508/Depok Ikuti Tarling Ramadan, Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat
Pos terkait
Dirjen Imigrasi Pastikan Layanan Jakarta Barat Tetap Normal Meski Kepala Kantor Terjaring OTT KPK
Hard Gumay Bela Dewi Perssik, Singgung Sosok ‘D’ yang Diduga Cari Sensasi Lewat Kontroversi
Prabowo Ikut Santap MBG di Sekolah, Uji Rasa Program Triliunan yang Jadi Sorotan Publik
Dua Mahasiswa UNP Diduga Tertembak Peluru Nyasar Saat Swafoto, TNI dan Polisi Selidiki Asal Proyektil
Bom Meledak di Biak: 6 Orang Tewas, Didua Sisa Perang Dunia II
Brimob Metro Jaya Turun Tangan, Ratusan Korban Kebakaran Pasar Jiung Terima Bantuan Makanan