Proses Pengeringan Gabah di Gapoktan Ngudi Tani Dipercepat untuk Menjaga Kualitas
Sumber Foto: Radar Banyumas
Nadir Fokus

Proses Pengeringan Gabah di Gapoktan Ngudi Tani Dipercepat untuk Menjaga Kualitas

Banyumas, Gapoktan Ngudi Tani di Desa Karangpetir, Kecamatan Tambak, menghadapi lonjakan volume gabah panen yang mengakibatkan antrean panjang di mesin pengering atau bed dryer. Untuk menjaga kualitas gabah, pengelola memutuskan untuk bekerja lembur.

Bendahara Gapoktan Ngudi Tani, Nadir, menyatakan bahwa hingga Rabu (4/3), total gabah yang masuk mencapai sekitar 70 ton. Gapoktan ini merupakan mitra dalam program serapan gabah (sergab) dari Bulog, sehingga volume kiriman gabah terus meningkat.

"Masih banyak gabah yang harus dikeringkan, kemarin kami sempat lembur sampai jam enam pagi," ungkap Nadir. Ia menekankan pentingnya pengolahan gabah yang cepat agar tidak terlalu lama dalam kondisi lembap.

Pengelola berupaya mempercepat proses pengeringan gabah yang telah terserap, mengingat hujan yang terjadi turut memperberat penanganan. Oleh karena itu, jadwal lembur difokuskan pada bagian pengeringan untuk mencegah antrean semakin panjang.

"Gabah yang sudah kering langsung diselip. Bagian ricemile tidak lembur," tambah Nadir. Dia memastikan bahwa prioritas utama saat ini adalah menjaga stabilitas kadar air gabah sebelum memasuki tahap berikutnya.

Tingkat kekeringan gabah yang sedang diproses juga diperiksa secara berkala. Gabah yang lebih basah akibat hujan memerlukan waktu pengeringan sekitar 12 jam untuk mencapai standar yang ditetapkan.

Dengan volume gabah yang terus bertambah, pengelola memperkirakan antrean pengeringan akan berlangsung beberapa hari ke depan. Namun, mereka menjamin bahwa seluruh gabah petani akan tertangani dengan baik sesuai dengan prosedur dan standar kualitas yang berlaku.