Nadir Media - Ukuran Font
Kecil Besar
SAMARINDA – Program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) di Kota Samarinda menitikberatkan pada penguatan kualitas pengasuhan anak usia dini melalui sistem layanan yang terintegrasi. Program yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) ini tidak hanya berfokus pada intervensi kesehatan, tetapi juga pembinaan pengasuhan anak secara menyeluruh.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, drg. Deasy Evriyani, M.Si, menjelaskan bahwa TAMASYA memiliki empat indikator layanan utama. Pertama, pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Kedua, peningkatan kompetensi pengasuh agar memiliki standar pengasuhan yang baik. Ketiga, edukasi kepada orang tua atau wali. Keempat, layanan rujukan apabila ditemukan indikasi gangguan tumbuh kembang anak.
“Empat layanan ini menjadi fondasi agar anak-anak yang dititipkan di TPA benar-benar mendapatkan pengasuhan yang aman, terpantau, dan berkualitas,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Menurut Deasy, keberhasilan program TAMASYA membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah Kota Samarinda menggandeng sejumlah perangkat daerah dan mitra strategis, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kominfo, Pokja Bunda PAUD, PKK, serta organisasi masyarakat.
Kolaborasi tersebut diperkuat dengan kehadiran Kepala Perwakilan Kemendukbangga Provinsi Kalimantan Timur, dr. Nurizky Permanajati, M.H., dalam kegiatan pemberian vitamin A dan obat cacing di salah satu tempat penitipan anak (TPA) di Samarinda.
Terjangan Air Lumpur dari Pematangan Lahan Penuhi Jalan MAN 1 Samarinda, Pagar Runtuh 01/09/2025
Nurizky menilai, penguatan layanan di tempat penitipan anak merupakan langkah strategis karena anak berada pada fase emas pertumbuhan yang menentukan kualitas generasi mendatang.
“Upaya menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak hari ini akan berdampak besar pada kualitas generasi masa depan. Karena itu, orang tua perlu aktif mendukung, memanfaatkan layanan Posyandu dan Puskesmas, serta mengikuti program-program pemerintah,” ujarnya.
Saat ini terdapat 16 lokasi TAMASYA di Kota Samarinda. Sementara di tingkat Provinsi Kalimantan Timur jumlahnya telah mencapai lebih dari 300 lokasi.
Pemerintah daerah berkomitmen terus melakukan pendampingan dan evaluasi agar seluruh indikator layanan berjalan optimal.
Melalui pendekatan kolaboratif, TAMASYA diharapkan tidak hanya menjadi tempat penitipan anak, tetapi juga pusat pembinaan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak menuju Generasi Emas 2045.*
Topik
DPPKB Samarinda Generasi Emas 2045 kalimantan timur Kemendukbangga Obat Cacing samarinda Taman Asuh Sayang Anak TAMASYA Tumbuh Kembang Anak Vitamin A
Tim Redaksi