Nadir Media - Artritis Idiopatik Juvenil (AIJ) merupakan penyakit rematik autoimun kronis yang umum terjadi pada anak-anak di bawah 16 tahun, dengan ciri utama peradangan sendi yang berlangsung selama minimal enam minggu tanpa penyebab yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik demografi dan klinis pasien AIJ di rumah sakit rujukan tersier di Indonesia.
AIJ diklasifikasikan oleh International League of Associations for Rheumatology (ILAR) menjadi tujuh subtipe, di antaranya oligoartritis yang merupakan tipe paling umum. Di Indonesia, pengetahuan tentang JIA masih terbatas, dan data prevalensi juga minim, dengan catatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang mencatat 71 kasus dari 198 pasien artritis selama periode 2001–2006.
Studi retrospektif deskriptif ini mengevaluasi rekam medis 73 pasien JIA yang memenuhi kriteria ILAR, serta melakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas pasien adalah laki-laki (60,3%), dengan kelompok usia >132–216 bulan (32,9%). Lokasi domisili pasien paling banyak berasal dari Surabaya (35,6%). Keluhan utama yang dilaporkan adalah nyeri sendi (71,2%), dan 58,9% pasien mengalami keterlibatan kurang dari 5 sendi, yang menunjukkan prevalensi subtipe oligoartritis. Temuan laboratorium menunjukkan 58,9% pasien mengalami anemia dan 80,8% menunjukkan peningkatan laju sedimentasi eritrosit (ESR).
Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai profil demografi dan klinis pasien JIA di Indonesia. Diharapkan, informasi ini dapat menjadi referensi bagi dokter dan penelitian selanjutnya dalam memahami dan menangani penyakit ini.