Nadir Media - Kepala Ekonom ING, Lynn Song, mengumumkan bahwa prakiraan kisaran USD/CNY diperketat menjadi 6,67–6,92 untuk sisa tahun ini, di tengah stabilitas mata uang yang didorong oleh kebijakan Bank Sentral Tiongkok (PBoC), serta kinerja ekspor dan surplus transaksi berjalan yang solid.
Song mengidentifikasi CNY sebagai salah satu aset dengan kinerja terbaik pada 2026, meskipun Dolar AS tetap kuat. Penyesuaian kisaran ini mencerminkan ketahanan CNY yang semakin terlihat dalam valuasinya.
Song menyebutkan bahwa penguatan CNY mungkin tidak akan terulang pada semester kedua, terutama jika tren pelemahan Dolar berlanjut. PBoC telah mempertahankan penetapan nilai tukar di sekitar 6,80 dalam sebulan terakhir, yang dianggap sebagai titik tengah yang wajar untuk prakiraan ke depan. Selain itu, kondisi pasar telah memperhitungkan kebijakan hawkish dari The Fed dan perlambatan pertumbuhan di Tiongkok.
Untuk mendorong CNY kembali ke level 7 selama sisa tahun ini, diperlukan faktor pendorong yang substansial, mengingat pelonggaran moderat dari PBoC dan risiko yang dihadapi di kawasan Timur Tengah.