PPI Tiongkok Tingkatkan Akses Air Bersih di Sumenep Melalui Program Desa Binaan
Sumber Foto: Marketeers
Internasional

PPI Tiongkok Tingkatkan Akses Air Bersih di Sumenep Melalui Program Desa Binaan

Departemen Sosial dan Pengabdian Masyarakat (SPM) PPI Tiongkok periode 2024/2025 menunjukkan komitmen nyata terhadap tanah air melalui inisiatif bertajuk Desa Binaan. Program ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur air bersih di Dusun Sepangkur Besar, Desa Sabuntan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Langkah ini diambil untuk mengatasi keterbatasan akses air yang selama ini berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas hidup warga di wilayah terpencil tersebut. Melalui pendekatan yang terukur, PPI Tiongkok berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan bagi kebutuhan mendasar masyarakat desa.

Dalam eksekusinya, PPI Tiongkok mengedepankan kolaborasi lintas sektor dengan menggandeng kreator konten Leonardo Edwin untuk memperluas jangkauan promosi serta Universitas Katolik Widya Mandala sebagai konsultan teknis pembangunan. Pendanaan dilakukan secara inovatif melalui platform Kitabisa.com yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp 61.159.503 dari mahasiswa Indonesia di Tiongkok, diaspora, dan masyarakat umum.

Transparansi menjadi aspek krusial dalam program ini, yang mana seluruh rencana anggaran, perkembangan proyek, hingga laporan pencairan dana dipublikasikan secara terbuka untuk menjaga kepercayaan para donatur. Proses pembangunan fisik berlangsung intensif sejak 16 Juli hingga 5 Agustus 2025.

Infrastruktur yang dibangun mencakup menara beton setinggi enam meter, tandon air berkapasitas 5.000 liter, serta sistem pompa submersible hybrid bertenaga panel surya 600W. Keunggulan proyek ini terletak pada penggunaan teknologi hybrid yang memungkinkan pompa beroperasi dengan tenaga surya maupun diesel.

Distribusi air didukung oleh pipa HDPE sepanjang hampir satu kilometer yang menghubungkan sumber air langsung ke pemukiman warga guna memastikan efisiensi pasokan dan kemudahan akses bagi seluruh rumah tangga. Program ini resmi diserahterimakan kepada pemerintah desa setempat pada 6 Agustus 2025 setelah melalui serangkaian uji coba kapasitas dan kekuatan distribusi.

Keberhasilan Desa Binaan membuktikan bahwa jarak geografis bukan penghalang bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri untuk memberikan dampak sosial yang signifikan. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan standar kesehatan masyarakat melalui penyediaan air bersih, tetapi juga memicu semangat gotong royong dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi bagi pembangunan nasional dari mana pun mereka berada.