Nadir Media - Kepala SMPN 2 Sukodono, Mar’atus Solichah, menegaskan komitmen sekolahnya dalam menyukseskan program Pondok Ramadhan yang digelar bersama NU Care-LAZISNU Sidoarjo.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tujuh hari penuh dengan pembagian jadwal yang disesuaikan untuk setiap jenjang kelas.
“Kami bekerja sama dengan LAZISNU Sidoarjo selama tujuh hari penuh. Untuk kelas VIII dan IX mendapatkan porsi enam hari, sementara kelas VII selama tiga hari,” ujarnya diberitakan NU Online Jatim, Selasa (3/03/2026).
Pembagian waktu tersebut dilakukan agar materi yang diberikan dapat diterima secara optimal oleh para siswa. Menurutnya, pendekatan bertahap ini membantu peserta didik memahami substansi kegiatan secara lebih mendalam.
Tak hanya menerima materi, para pelajar juga dilibatkan secara aktif sebagai panitia pengumpulan zakat fitrah di sekolah. Keterlibatan ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran berbasis praktik.
“Harapannya, mereka dapat memahami pelaksanaan pengumpulan maupun pentasharufan zakat,” terangnya.
Mar’atus menilai, kolaborasi antara sekolah dan LAZISNU merupakan bentuk kemitraan strategis dalam membangun karakter religius siswa.
Dengan bimbingan langsung dari para praktisi dan akademisi, siswa diharapkan tidak sekadar memahami teori keagamaan, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.
“Tujuan utamanya agar siswa memiliki praktik baik dari kegiatan Pondok Ramadhan ini. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami teori agama di kelas, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan NU Care-LAZISNU Sidoarjo menginisiasi program edukasi nilai-nilai keislaman bagi pelajar di sejumlah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).
Program tersebut dikemas dalam kegiatan Pondok Ramadhan.