Nadir Media - Perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal Tiongkok, PT Star Bright International Investment, telah resmi memulai konstruksi proyek kawasan terpadu senilai Rp1,25 triliun di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Rabu (15/07/2026). Ini merupakan konstruksi perdana yang direalisasikan oleh perusahaan PMA asing di IKN, dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2026.
Proyek ini berlokasi di Sub WP 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. PT Star Bright International Investment berkolaborasi dengan Zhongda Jiancheng Engineering Management Group Co., Ltd., yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam pengelolaan proyek konstruksi.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa lokasi proyek memiliki nilai strategis, berada di pusat kawasan pemerintahan Nusantara. Proyek ini akan dibangun di atas lahan seluas 15.501 meter persegi dan mencakup apartemen, restoran, area ritel, dan perkantoran. Rancangan hunian akan menyediakan unit satu hingga tiga kamar tidur, dilengkapi ruang keluarga serta fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran, area komersial, dan ruang terbuka hijau, semua dengan konsep pembangunan berkelanjutan.
Direktur Utama PT Star Bright International Investment, Lu Keming, menyatakan keyakinannya terhadap masa depan IKN sebagai kota baru dengan potensi besar. Selain itu, proyek ini juga melibatkan kontraktor lokal dari Kalimantan Timur untuk mendukung pemberdayaan pelaku usaha daerah. Acara ini dihadiri oleh berbagai calon investor internasional, termasuk PT Dian Jaya Indonesia dari Korea Selatan, yang juga akan mengembangkan proyek apartemen dan hotel di kawasan yang sama. Kehadiran investor menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap pembangunan IKN.