PKB DKI Jakarta Libatkan 30% Anak Muda dalam Kepengurusan Baru
Sumber Foto: RM.ID
Sosial

PKB DKI Jakarta Libatkan 30% Anak Muda dalam Kepengurusan Baru

RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Provinsi DKI Jakarta mengukuhkan jajaran pengurus periode 2026-2031. Mereka menempatkan 30 persen anak muda dalam struktur kepengurusan, agar PKB dapat menjangkau dan mendapat kepercayaan pemilih pemula di Jakarta, pada Pemilu mendatang.

Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas menyatakan, sebanyak 30 persen struktur kepengurusan DPW PKB Jakarta periode 2026-2031, diisi oleh anak muda. Menurutnya, formulasi itu merupakan bagian dari strategi DPW PKB Jakarta, yang ingin menyasar pemilih pemula dari kalangan milenial dan Gen Z pada Pemilu mendatang.

“Insya Allah, mesin politik PKB di Jakarta akan lebih bagus. Kami menempatkan dan memberi peran yang lebih strategis kepada anak-anak muda dalam jajaran kepengurusan,” ujarnya usai pengukuhan pengurus DPW PKB DKI Jakarta di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Hasbiallah menambahkan, pihaknya juga membentuk jajaran khusus, yakni Ketua Harian Anak Muda, yang diisi oleh para kader muda. Menurutnya, hal itu bertujuan untuk merespons perubahan demografi pemilih di Ibu Kota, sekaligus menambah jumlah kader dari kalangan generasi muda.

“Di Jakarta, pemilih fanatik PKB banyak yang sudah mulai tua, bahkan banyak yang meninggal. Sebab itu, DPW PKB DKI Jakarta membentuk Ketua Harian Anak Muda,” ucap anggota Komisi III DPR itu.

Lebih lanjut, Hasbiallah mengatakan, Ketua Harian Anak Muda dipimpin oleh Muhammad Lefy, yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Dia memastikan, Muhammad Lefy telah membentuk struktur kepengurusan yang solid dan memiliki kapasitas untuk menjalankan visi dan misi DPW PKB Jakarta.

“Mereka akan turun langsung ke tengah masyarakat, mensosialisasikan PKB ke anak muda Jakarta, termasuk mengelola media sosial. Sudah waktunya anak muda berkiprah,” imbuhnya.

Hasbiallah meyakini, komposisi kepengurusan yang dibentuk pihaknya, sejalan dengan komposisi pemilih ke depan. Menurutnya, sebanyak 80 persen pemilih di Pemilu mendatang adalah anak muda, dan pemilih pemula.

Selain itu, pihaknya juga telah memenuhi komposisi keterwakilan perempuan dan lintas agama, dalam penyusunan struktur pengurus. “Bukan cuma orang Islam saja, semua agama masuk dalam kepengurusan PKB,” cetusnya.

Hasbiallah meminta, seluruh pengurus bekerja secar aktif, atau tidak sekadar tercantum dalam struktur organisasi. Menurut dia, tidak ada waktu untuk berleha-leha, karena kerja-kerja politik dan kepengurusan partai tak hanya dilakukan jelang pelaksanaan kontestasi demokrasi.

“Tidak boleh seperti tahuntahun lalu, hanya ada nama, tapi ke kantor setahun sekali, hanya saat ambil Tunjangan Hari Raya (THR). Ke depan, Insya Allah semua pengurus mempunyai peran, serta dapat bekerja sesuai tugas dan fungsi,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Ida Fauziyah mengingatkan jajaran DPW PKB Jakarta, untuk solid bergerak dan terus mendekatkan diri kepada masyarakat.

“DPW bukan sekedar sekretariat, tapi mesin politik yang hidup. Pengurus harus jelas tugasnya, program, dan alat ukurnya, agar manajemen partai rapi dan disiplin. Kalau struktur kita lengkap tapi tidak bergerak, itu bukan organisasi, itu katalog,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ida mendorong DPW PKB Jakarta menghidupkan struktur partai hingga level paling bawah. Dengan begitu, harap dia, mesin partai dapat menyentuh dan melayani seluruh lapisan masyarakat. “PKB tidak bisa menang hanya dengan segelintir elit yang aktif.

PKB menang, kalau strukturnya hidup sampai ke bawah, serta hadir dan menjadi solusi atas berbagai persoalan rakyat,” tandasnya. [OSP]