Pesantren Al-Hidayah Malang Padukan Upacara Hari Santri dengan Teater dan Atraksi Pagar Nusa
Sumber Foto: NU Online
Nadir Fokus

Pesantren Al-Hidayah Malang Padukan Upacara Hari Santri dengan Teater dan Atraksi Pagar Nusa

Malang, Jawa Timur — Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al-Hidayah, Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, digelar dengan konsep berbeda. Selain upacara resmi, rangkaian acara dipadukan dengan pertunjukan teater santri hingga atraksi Pagar Nusa (PN) Nahdlatul Ulama.

Ketua Pelaksana Hari Santri Al-Hidayah, Nadir, mengatakan konsep semi teater dipilih agar peringatan Hari Santri lebih berkesan dan bermakna. Rangkaian acara dimulai dengan upacara, dilanjutkan monolog teater, penampilan panggung para santri, dan ditutup atraksi Pagar Nusa.

Menurut Nadir, panitia juga menata koreografi dan pencahayaan agar sorotan penonton fokus pada sumber suara, serta menghadirkan iringan musik khusus selama pertunjukan.

Upacara resmi diikuti ratusan santri

Peringatan Hari Santri tersebut berlangsung di lapangan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Hidayah dan diikuti ratusan santri putra-putri serta para ustaz dan ustazah. Acara disebut berlangsung khusyuk sekaligus meriah.

Dalam sesi upacara resmi, rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan Resolusi Jihad NU, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ya Lal Wathon, pembacaan Undang-Undang Dasar 1945, serta ikrar santri.

Monolog teater angkat pesan toleransi dan persatuan

Seusai upacara, acara dilanjutkan dengan penampilan monolog ala teater di sebuah panggung berbentuk segi empat yang ditutupi kain hitam. Nadir menjelaskan, monolog tersebut menyampaikan pesan tentang pentingnya toleransi dan persatuan.

Monolog ditutup dengan atraksi pemain yang melompat dari panggung, lalu disambung penampilan yang mengisahkan perjuangan para santri hingga cerita mempertahankan bangsa Indonesia dengan adegan pertarungan.

Atraksi Pagar Nusa memuncak, suasana sempat menegangkan

Rangkaian berikutnya diisi tarian dan gerakan bersama dari santri Pagar Nusa yang mendapat tepuk tangan dan sorakan kagum. Suasana disebut sempat menegang ketika sebuah mobil masuk ke lokasi acara dan melintas di atas tubuh para santri Pagar Nusa.

Nadir menyampaikan, kekompakan gerakan para peserta dimaksudkan untuk menggambarkan keindahan persatuan dan pentingnya menyerukan persatuan, terutama di tengah musibah.

Tambahan tajuk “simponi toleransi bersama santri”

Pembina Hari Santri Al-Hidayah, Ustaz Yazid Busthomi, menjelaskan bahwa dalam tema Hari Santri 2020 “Santri Sehat Indonesia Kuat”, pihaknya menambahkan tajuk “simponi toleransi bersama santri”.

Ia menilai, konflik di masyarakat kerap bermula dari perbedaan—baik politik, ideologi, maupun intelektual—padahal bangsa Indonesia masih berjuang menghadapi krisis pandemi. Menurutnya, perbedaan dapat membuka ruang perpecahan dan adu domba.

Yazid mengatakan, siluet monolog yang ditampilkan menjadi bentuk ungkapan hati para santri, dengan harapan tumbuh kesadaran tentang pentingnya toleransi yang dilandasi penghargaan satu sama lain.

  • Lokasi: Lapangan MTs Al-Hidayah, Desa Donowarih, Karangploso, Kabupaten Malang
  • Rangkaian acara: Upacara resmi, monolog teater, penampilan panggung, atraksi Pagar Nusa
  • Pesan utama: Toleransi dan persatuan