Nadir Media - Pedagang di Pujasera Alun-Alun Rangkasbitung mengeluhkan kondisi auning tempat jualan mereka yang tidak layak akibat kurangnya perawatan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak.
Sejak awal pembangunan, tempat berjualan di pujasera tersebut belum pernah mendapatkan perawatan atau perbaikan. Rahmat, salah satu pedagang, menyatakan bahwa banyak tiang penyangga yang patah dan harus diperbaiki secara swadaya oleh para pedagang.
Rahmat menambahkan bahwa setiap pedagang dikenakan biaya sewa tempat sebesar Rp2,5 juta per tahun. Namun, kondisi pujasera yang rusak sudah menjadi keluhan bersama di antara pedagang. Mereka meminta agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan perbaikan, mengingat upaya perbaikan swadaya tidak mampu menjangkau seluruh kerusakan.
Yani, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, menyampaikan bahwa perbaikan pujasera direncanakan akan dianggarkan tahun ini melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak. Saat ini, mereka sedang menyusun perencanaan untuk perbaikan tersebut.