Nadir Media - PR JATENG - Istilah perawatan paliatif mungkin masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat. Padahal, konsep ini memiliki peran penting dalam dunia kesehatan, khususnya bagi pasien dengan penyakit berat.
Dilansir dari laman World Health Organization (WHO), perawatan paliatif merupakan pendekatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi penyakit serius, dengan meringankan penderitaan fisik, psikologis, sosial, hingga spiritual.
Namun, benarkah perawatan paliatif hanya bisa dilakukan tenaga medis?
Dosen Bioetika Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dr. Raditya Bagas Wicaksono, menawarkan perspektif berbeda.
Menurut dr. Bagas, perawatan paliatif tidak melulu menjadi domain rumah sakit atau tenaga kesehatan.
Dalam konteks Indonesia yang kaya nilai budaya dan kebersamaan keluarga, pendekatan berbasis rumah atau keluarga justru memiliki potensi besar.
“Dalam konteks budaya Indonesia yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan musyawarah keluarga, pendekatan ini adalah perspektif baru dalam layanan kesehatan yang tidak bisa dilepaskan dari nilai sosial dan kearifan lokal di Indonesia,” ujarnya sebagaimana dilansir dari Unsoed.