Peran Makanan Halal dalam Pembentukan Karakter dan Kesehatan Anak
Bandung - Dosen prodi Teknologi Pangan UM Bandung Mae Amelianawati menegaskan pentingnya pemahaman orang tua mengenai makanan halal dan sehat sebagai penopang utama tumbuh kembang anak. Pesan tersebut disampaikannya saat mengisi kajian Gerakan Subuh Mengaji (GSM), Rabu (18/02/2026).
Mae menjelaskan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan pemenuhan kebutuhan jasmani. Salah satu wujud keseimbangan itu, menurutnya, tercermin dalam pemilihan makanan yang halal dan baik, yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi berdampak langsung pada kesehatan keluarga.
Dia menambahkan, perintah mengonsumsi makanan halal dan thayyib merupakan ketentuan syariat yang bersumber dari Al-Qur'an, khususnya Surah Al-Baqarah ayat 168. Perintah tersebut bersifat universal dan ditujukan kepada seluruh manusia demi keselamatan, kesehatan, dan keberkahan hidup.
Lebih lanjut, Mae menekankan bahwa makanan halal memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter anak. Pola makan halal sejak dini akan menjadi fondasi kuat dalam kehidupan anak muslim, tidak hanya membentuk tubuh yang sehat, tetapi akhlak dan mental generasi masa depan.
Dari sisi kesehatan, dia mengingatkan bahwa masa anak-anak merupakan fase golden age yang sangat menentukan perkembangan fisik dan otak. Pada fase ini, anak membutuhkan asupan nutrisi lengkap seperti protein, kalsium, vitamin, mineral, lemak sehat, dan serat, bahkan sejak masa kehamilan ibu.
Mae juga mengaitkan makanan halal dengan keberkahan dan kesehatan hati. Mengutip pandangan Imam Al-Ghazali, dia menyebut bahwa makanan yang masuk ke dalam tubuh akan memengaruhi kondisi batin seseorang. Makanan halal diyakini menghadirkan ketenangan dan cahaya hati, sementara makanan haram berpotensi mengurangi keberkahan hidup.
Dalam kajian tersebut, Mae mengingatkan adanya titik kritis keharaman pada makanan olahan akibat penggunaan bahan tambahan tertentu seperti gelatin, enzim, dan pengawet. Oleh karena itu, orang tua diimbau lebih cermat membaca label halal resmi dan selektif dalam memilih makanan bagi anak-anak.
Menutup pemaparannya, Mae menegaskan bahwa memilih makanan halal dan sehat bukan sekadar upaya menjaga fisik, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Dia juga merekomendasikan buku "Cerdas Memilih Makanan Halal dan Sehat untuk Sang Buah Hati" karya Mae Amelianawati dan Saepul Adnan sebagai panduan praktis bagi orang tua dalam menyediakan asupan terbaik demi melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan bertakwa.***




