Pemkot Palembang Transformasi Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat
Pusat Berita

Pemkot Palembang Transformasi Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Nadir Media - Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan mendorong transformasi peran masjid di wilayah itu agar tidak sekadar menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi masyarakat atau umat.

"Masjid memiliki tanggung jawab moral, mulai dari menyantuni anak yatim hingga menggerakkan ekonomi umat. Ini harus menjadi gerakan bersama dan diwujudkan melalui program nyata, bukan sekadar seremonial," kata Wali Kota Palembang Ratu Dewa pada Puncak Penganugerahan Masjid Teladan 2026 di Palembang, Kamis.

Ia menekankan pentingnya peranan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam menjawab tantangan zaman, terutama dalam mengentaskan buta aksara Al Quran di masyarakat.

Ia juga menyoroti keberadaan masjid-masjid bersejarah, seperti Masjid Agung Palembang yang telah berusia lebih dari dua abad, untuk dijadikan percontohan pengelolaan yang modern dan profesional.

Salah satu inovasi yang didorong, berupa pemanfaatan energi surya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

Menurut dia, langkah ini terbukti mampu menghemat biaya operasional masjid hingga puluhan juta rupiah per bulan.

“Efisiensi ini bisa dialihkan untuk kesejahteraan petugas dan kegiatan sosial. Ini bukti bahwa masjid juga bisa dikelola secara modern dan mandiri,” ujarnya.

Pimpinan Panitia Pelaksana Penganugerahan Masjid Teladan 2026 Muhammad Iqbal menjelaskan ajang Masjid Teladan 2026 yang diikuti lebih dari 2.200 masjid ini bentuk apresiasi atas dedikasi para pengurus masjid.

Penilaian dilakukan berdasarkan tiga indikator utama, yakni aspek idarah (manajemen), imarah (kemakmuran), dan riayah (pemeliharaan).

You can share this post!