Nadir Media -
Bacakan
WAROPEN, Seputarpapua.com | Pemerintah Kabupaten Waropen, Papua secara resmi memberikan pernyataan tegas terkait sengketa tapal batas wilayah di bagian barat yang berbatasan dengan Kabupaten Nabire. Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, menegaskan bahwa wilayah Distrik Wapoga dan batas kampung terkahirnya Kampung Dokis dan Kamarisano merupakan bagian integral dari Kabupaten Waropen, baik secara administrasi negara maupun hukum adat.
Dalam keterangannya pada Selasa (3/3/2026), Bupati Mote menjelaskan bahwa berdasarkan UU No. 26 Tahun 2002 tentang pemekaran Kabupaten Waropen, batas wilayah barat secara sah berada di Wapoga, mencakup Kampung Dokis dan Kamarisano.
“Sejak tanggal 1 Mei 2003 pemekaran Kabupaten Waropen berdasarkan UU 26 Tahun 2002, sejak saat itu kabupaten ini berdiri. Batas-batas ini sudah cukup jelas dari leluhur masyarakat Kabupaten Waropen,” tegas Bupati Mote.
Baca Juga:
Wakil Presiden Dijadwalkan Membuka Pesparawi Nasional XIV di Manokwari
Bupati F. X Mote sangat menyayangkan Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah mengklaim wilayah Wapoga sebagai bagian dari daerah mereka.
“Saya sebagai bupati berharap komunikasi yang dibangun pemerintah Kabupaten Nabire harusnya melakukan komunikasi yang baik yang beretika. Sejak bupati pertama hingga saat ini saya bupati kelima, kami telah berupaya melakukan pelayanan pemerintahan di wilayah tersebut dengan cukup baik yaitu Wapoga,” tambahnya.
Bupati F.X Mote juga mendesak agar persoalan ini segera dimediasi di tingkat yang lebih tinggi mengingat adanya perbedaan wilayah administrasi provinsi.
“Kedua gubernur harus mengkomunikasikan tapal batas antara Papua dan Papua Tengah, sehingga kita kabupaten sama-sama menyelesaikan tapal batas antara Kabupaten Waropen dan Nabire,” ujar Bupati FX Mote yang juga dari Nabire itu.
Memperkuat pernyataan Bupati, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Waropen, Yermias Rumi, memaparkan detail teknis terkait wilayah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa di Distrik Wapoga terdapat sejumlah kampung definitif dan kampung persiapan dengan Kampung Dokis dan Kamarisano sebagai titik batas terakhir.
“Bahkan dari leluhur sampaikan batas adat itu ada ke Kali Yuar. Berarti lewat Kali Boiwa masih terus,” ungkap Yermias Rumi.
Yermias juga menekankan bahwa wilayah Tanjung Boiwa yang memiliki mercusuar telah diperkuat dengan Perda No. 1 Tahun 2018 yang sudah dibawa ke tingkat provinsi dan Kementerian Dalam Negeri.
Baca Juga:
Matangkan Persiapan Kunjungan Wapres di Asmat, Gubernur Safanpo Pimpin Rakorwil
Seluruh fakta sejarah dan data administratif ini diharapkan menjadi acuan utama dalam proses sinkronisasi wilayah yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat dan provinsi ke depannya.
Reporter : Ismail
editor : Iba
Apresiasi
Dapatkan berita terbaru setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Saluran WhatsApp “Seputarpapua.com”
IKUTI SALURAN ![]()
Berita Terkait

Piala Dunia 2026: Saat Sepakbola Satukan Masyarakat Waropen dalam Konvoi Damai

Bangkit dari Disclaimer, Pemda Waropen Raih Opini WDP

Pemprov Papua Akan Perpanjang Runway Bandara Botawa Waropen

Festival Colo Sagu 2026: Transformasi Budaya Menjadi Ekonomi Papua

38 Provinsi Ramaikan Karnaval Budaya Pesparawi Nasional XIV di Manokwari

Pekan Panutan Bayar Pajak Kota Jayapura Capai Rp21,8 Miliar
Tag :
Bupati Waropen,
Fransiskus Xaverius Mote,
Pemkab Waropen,
Sengketa Tapal Batas Wapoga
Umum
Sengketa Tapal Batas, Pemkab Waropen Tegaskan Wapoga Adalah Wilayah Sah Secara Hukum dan Adat
Berikan tanggapan Anda mengenai berita ini.
Silakan Masuk
Headline News

Merawat Budaya Asmat Melalui Pesta Patung Bis di Kampung Desep

Satgas Damai Cartenz Ringkus Anggota KKB di Yahukimo

Matangkan Persiapan Kunjungan Wapres di Asmat, Gubernur Safanpo Pimpin Rakorwil

MTQ ke-XXXI Tingkat Kabupaten Asmat Resmi Digelar

Wakil Presiden Dijadwalkan Membuka Pesparawi Nasional XIV di Manokwari

Di Intan Jaya, Seorang Perempuan Terkena Serangan saat Cari Ubi Jalar

Minggu 21 Juni Wapres Gibran Kunjungi Asmat, Berikut Agendanya

Resmikan Rumah Jew Kampung Saman, Bupati Asmat Tegaskan Komitmen Jaga Warisan Leluhur

Pemprov Papua Tengah Tetapkan Penerima BOSDA Program Sekolah Gratis

Soal Penipuan Loker di Mimika, Korban Mengaku Terpaksa Bayar Karena Susah Cari Kerja
Baca Juga

Festival Colo Sagu 2026: Transformasi Budaya Menjadi Ekonomi Papua

38 Provinsi Ramaikan Karnaval Budaya Pesparawi Nasional XIV di Manokwari

Pekan Panutan Bayar Pajak Kota Jayapura Capai Rp21,8 Miliar

Wabup Mimika Tegaskan CPNS Harus Disiplin Ikuti Pelatihan Dasar

Cristiano Ronaldo Tak Berkutik, RD Kongo Tahan Imbang Portugal 1-1

Sapi Kurban Presiden Berbobot Hampir 1 Ton Disalurkan di Nabire

Warga Mimika Salat Iduladha Dibawah Rintik Hujan di Halaman Eme Neme

Minggu 21 Juni Wapres Gibran Kunjungi Asmat, Berikut Agendanya

Pemkab Asmat Serahkan Dua Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo di Masjid Saiful Bukhori