Pemkab Batang Jajaki Kerja Sama Investasi dengan Investor Tiongkok
Sumber Foto: Koran Jakarta ®
Internasional

Pemkab Batang Jajaki Kerja Sama Investasi dengan Investor Tiongkok

BATANG – Di tengah kompetisi global yang semakin ketat, kemampuan daerah menggaet investasi mancanegara menjadi faktor kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

Investasi asing tidak hanya menghadirkan tambahan modal, tetapi juga membawa transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta akses ke jaringan pasar internasional yang lebih luas.

Bagi daerah, kehadiran investor global dapat mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat rantai pasok lokal, dan meningkatkan kualitas infrastruktur.

Efek bergandanya pun signifikan: pelaku usaha lokal terdorong naik kelas, standar produksi meningkat, dan daya saing daerah ikut terangkat.

Namun, menarik investasi asing bukan sekadar soal promosi potensi. Daerah perlu memastikan kepastian hukum, kemudahan perizinan, tata kelola yang transparan, serta stabilitas sosial dan politik. Tanpa fondasi tersebut, minat investor mudah surut.

Karena itu, strategi investasi harus terintegrasi—menggabungkan keunggulan komparatif daerah dengan reformasi birokrasi dan penguatan ekosistem usaha agar manfaatnya benar-benar berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menjajaki peluang investasi sekaligus memperkuat kerja sama dengan sejumlah investor asal Tiongkok untuk menanamkan modal di daerahnya.

Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Jateng, Rabu, mengatakan tujuan pemerintah daerah berkunjung ke kawasan industri di Xizhang, Provinsi Hube Tiongkok, adalah membuka peluang investasi bagi investor di wilayah tersebut agar dapat melakukan ekspansi ke Indonesia, khususnya di Kabupaten Batang.

"Kemarin kami ke Xizhang, Provinsi Hubei. Kami membuka peluang investasi kepada para investor khususnya di kawasan Xizhang yang memiliki empat kawasan industri dan beberapa industri besar," katanya.

Menurut dia, dalam pertemuan dengan para investor Tiongkok tersebut, pihaknya mengundang para investor untuk membangun pabrik di Kabupaten Batang.

Adapun salah satu perusahaan yang telah berinvestasi di Batang, kata dia, adalah PT Almet yang bergerak di bidang peralatan medis.

"Perusahaan tersebut saat ini telah merekrut sekitar 3.500 tenaga kerja," katanya.

Ia mengatakan saat ini ada sekitar 150 warga lokal yang sedang mengikuti pelatihan di Tiongkok.

Para peserta pelatihan itu, kata dia, diperkirakan kembali ke Indonesia dalam waktu sekitar dua bulan untuk memulai operasional pabrik di daerah.