Pemerintah DKI Jakarta Tutup 12 Gerai Holywings, Dampak Terhadap Pengangguran Diprediksi Meningkat
Sumber Foto: FIN.CO.ID
Nadir Fokus

Pemerintah DKI Jakarta Tutup 12 Gerai Holywings, Dampak Terhadap Pengangguran Diprediksi Meningkat

JAKARTA - Cendekiawan Nahdatul Ulama (NU), Nadirsyah Husen atau yang akrab disapa Gus Nadir, memberikan tanggapan terkait pencabutan izin usaha Holywings oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta. Penutupan ini melibatkan 12 gerai Holywings yang tersebar di wilayah Jakarta, sesuai dengan arahan Gubernur Anies Baswedan.

Gus Nadir menekankan bahwa penutupan gerai tersebut dapat menambah jumlah pengangguran, terutama di saat perekonomian negara mulai pulih pasca-pandemi COVID-19. Dalam pernyataannya yang diunggah melalui akun Twitter pribadinya, ia menyatakan, "Menambah jumlah pengangguran di saat ekonomi baru bergerak setelah covid. Allahuma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa' ala ali Sayyidina Muhammad."

Lebih lanjut, Gus Nadir meminta agar perhatian diberikan kepada nasib karyawan yang bekerja di Holywings. Ia mengungkapkan, ada kesalahpahaman yang terjadi, di mana permintaan untuk menghormati komunitas LGBT dianggap sebagai dukungan terhadap penghinaan terhadap Nabi. "Kenapa hal yang berpihak pada sisi kemanusiaan selalu gagal dipahami?" ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan telah mencabut izin usaha semua outlet Holywings di Jakarta berdasarkan rekomendasi dan temuan pelanggaran yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) DKI Jakarta.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta, Benny Agus Chandra, menyatakan bahwa pencabutan izin usaha 12 outlet Holywings Group tersebut dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Tindakan ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelanggar.