Panglima TNI Pastikan Anak Prajurit Marinir yang Gugur Tak Dipersulit Masuk TNI
Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyerahkan bantuan kepada ahli waris 23 prajurit Korps Marinir TNI AL yang gugur akibat tanah longsor saat latihan di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat.
Penyerahan bantuan itu digelar di Kesatrian Hartono Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (19/2). Panglima Agus didampingi Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Muhammad Ali dan Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi.
Dalam kesempatan itu, Agus menegaskan komitmen untuk mengawal masa depan keluarga prajurit yang gugur sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Bapak Presiden sudah menyampaikan kepada saya untuk mengurus keluarganya dan saya bertekad, ada Aspers (Asisten Personel) di sini, tolong anak-anaknya dicatat, bimbing keluarganya dengan masuk TNI, jangan dipersulit,” tutur Agus.
Panglima TNI juga menyampaikan belasungkawa mendalam dan menegaskan bahwa seluruh keluarga besar TNI turut berduka atas gugurnya prajurit terbaik bangsa tersebut.
“Atas nama keluarga besar TNI, saya mengucapkan duka cita yang mendalam kepada prajurit-prajurit terbaik yang telah gugur di medan latihan,” kata Agus.
Panglima TNI berpesan agar keluarga korban tetap tegar dan membimbing putra-putri mereka dengan baik.
Diketahui, 23 prajurit Korps Marinir TNI AL dari Batalion Infanteri (Yonif) 9/Bala Jala Yudha Perkasa dan Brigade Infanteri (Brigif) 4 Marinir/BS gugur dalam bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, akhir Januari lalu. (nma)




