Pangeran William: Pentingnya Mendengarkan Anak dalam Pengasuhan
KOMPAS.com - Pola asuh modern semakin menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara orangtua dan anak. Hal ini juga tercermin dari cara Pangeran William mendidik ketiga anaknya, Pangeran George, Putri Charlotte, dan Pangeran Louis.
Dalam sebuah diskusi panel tentang kesehatan mental di Radio 1 Life Hacks bersama Greg James, Pangeran William membagikan pandangannya tentang pengasuhan.
Ia mengungkapkan, bahwa anak-anaknya kerap datang kepadanya dengan berbagai persoalan, mulai dari hal kecil hingga yang cukup kompleks.
“Saya mendapatkan semua detailnya, dan saya menyukainya. Itu luar biasa. Bisa memahaminya, meluangkan waktu, dan menguraikannya,” ujar William, seperti disadur Hello Magazine, Kamis (19/2/2026).
Namun, ia juga mengakui ada dorongan besar dalam dirinya untuk langsung menyelesaikan masalah anak.
“Sebagai orangtua, ada perasaan ingin memperbaiki semuanya. Tapi saya harus mengingatkan diri sendiri bahwa kita tidak perlu selalu memperbaiki, melainkan mendengarkan. Penting untuk menerima perasaan dan cerita mereka,” kata William.
Pendekatan ini dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun hubungan emosional yang sehat antara orangtua dan anak.
Mendengarkan anak membangun keamanan emosional di rumah
Pendekatan Pangeran William tersebut mendapat apresiasi dari psikolog anak dan pendidikan terdaftar HCPC, Dr. Sasha Hall, yang memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman.
Menurut Dr. Hall, mendengarkan anak tanpa tergesa-gesa mencari solusi adalah kunci untuk menciptakan rasa aman secara emosional di rumah.
“Pangeran William tepat ketika menekankan betapa kuatnya peran orangtua yang mau mendengarkan, bukan merasa harus memperbaiki segalanya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ketika anak didorong untuk berbicara tentang pikiran dan perasaannya, orangtua sedang membantu memperkuat literasi emosional anak.
“Anak-anak tidak hanya berhenti pada kata ‘senang’ atau ‘sedih’, tetapi mulai mengenali emosi yang lebih kaya seperti frustrasi, kecewa, khawatir, atau malu,” jelasnya.
Kemampuan ini membantu anak memahami dunia batinnya sendiri dan mencegah mereka merasa kewalahan oleh emosi yang tidak mereka mengerti.
Orangtua sebagai teladan dalam membuka percakapan emosi
Dr. Hall juga menyoroti pentingnya peran orangtua sebagai contoh. Anak-anak, menurutnya, belajar mengekspresikan emosi dengan mengamati perilaku orang dewasa di sekitarnya.
“Ketika orangtua menunjukkan keterbukaan dalam momen sehari-hari, anak akan menyerap pesan bahwa perasaan bukanlah hal tabu dan rumah adalah tempat aman untuk berbagi,” ujarnya.




