Pameran Karya Pelukis Ternama Kalimantan Selatan, Nanang M Yus, Resmi Dibuka
Sumber Foto: jejakrekam.com
Sudut Nadir

Pameran Karya Pelukis Ternama Kalimantan Selatan, Nanang M Yus, Resmi Dibuka

Pameran tunggal karya pelukis senior asal Kalimantan Selatan, Nanang M Yus, bertajuk Titik Nadir, resmi dibuka untuk umum pada 9 hingga 19 Januari 2022. Acara ini berlangsung di Bengkel Seni Rupa Sholihin, yang terletak di Taman Budaya Kalimantan Selatan, Banjarmasin.

Acara pembukaan dihadiri oleh Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, yang diwakili oleh Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Banjarmasin, Doyo Pudjadi. Dalam sambutannya, Pudjadi menekankan pentingnya pertumbuhan dunia seni di Banjarmasin, yang dikenal dengan julukan 'kota seribu sungai'. Dia mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarmasin untuk memprogramkan lebih banyak ruang bagi kesenian.

“Dunia seni memiliki bank yang bisa berfungsi sebagai tongkat mujarab untuk bertahan hidup sehat. Namun, tidak semua orang mampu memahami dan mencintai karya seni,” ujar Doyo Pudjadi.

Lebih lanjut, Doyo menekankan bahwa seni tidak hanya berkaitan dengan keindahan, tetapi juga bisa memperpanjang umur seseorang. Ia mengapresiasi konsistensi Nanang M Yus dalam berkarya di usia lanjut, dan menegaskan bahwa kesenian harus terus hidup.

Nanang M Yus, pelukis berpengalaman yang telah berkarya sejak tahun 1965, mengungkapkan bahwa ia telah mengadakan pameran di berbagai kota, termasuk Yogyakarta, Jakarta, dan Ambon. Dalam pameran Titik Nadir, terdapat 26 lukisan yang dipamerkan, meskipun ia memiliki ratusan karya lainnya yang sebagian besar masih berada di kediamannya.

“Melukis itu tidak selalu mudah. Ada titik frustasi dalam berkarya, terutama ketika melihat kurangnya apresiasi terhadap seni rupa di daerah ini,” ungkapnya, sembari menambahkan bahwa kolektor lukisan di Kalimantan Selatan masih sangat terbatas.

M Yus juga menjelaskan bahwa harga karya-karyanya bervariasi, mulai dari Rp 2,5 juta hingga Rp 21 juta, tergantung pada kompleksitas dan keunikan setiap lukisan. Ia berharap bahwa pameran ini dapat menarik perhatian pencinta seni dan kolektor.

“Saya ingin pemerintah daerah dapat memfasilitasi seniman, khususnya di bidang seni rupa. Hingga saat ini, belum ada gedung khusus pameran yang dibangun untuk masyarakat,” tutupnya dengan harapan akan adanya galeri seni rupa di masa depan.