Okupansi Hotel di Kota Malang Turun Jelang Lebaran
Sumber Foto: Radar Malang
Nadir Fokus

Okupansi Hotel di Kota Malang Turun Jelang Lebaran

MALANG KOTA - Meskipun sektor pariwisata global belum sepenuhnya pulih, Kota Malang mengalami sedikit perbaikan dalam jumlah wisatawan dibandingkan tahun lalu. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, menyatakan bahwa pada tahun 2020, sektor wisata di Kota Malang terhenti total.

Berdasarkan data estimasi yang dikumpulkan oleh Disporapar, sejak Kamis (13/5) hingga Minggu (16/5), tercatat sekitar 250 wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang. Namun, Ida menekankan bahwa angka tersebut belum mencakup seluruh laporan dari destinasi wisata, karena pendataan masih berlangsung.

Ida memberikan contoh beberapa kampung tematik yang melaporkan kunjungan. Kampung Budaya Polowijen mencatat 13 kunjungan, Kampung Topeng 20 kunjungan, dan Kuburan Londo 30 kunjungan. Sementara itu, Jodipan dan Kampung Tridi belum melaporkan jumlah kunjungan, dan Kampung Biru Arema sedang tutup.

Dampak dari larangan mudik juga berpengaruh signifikan terhadap okupansi hotel di Kota Malang. Menurut laporan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), okupansi hotel saat Lebaran ini turun menjadi 10 persen. Beruntung, sektor restoran masih menunjukkan performa yang cukup baik.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, menambahkan bahwa larangan mudik memberikan dampak besar pada sektor perhotelan. "Kami harus memutar otak untuk terus berinovasi dan mencari pangsa pasar," ungkapnya.

Dia juga mencatat bahwa biaya operasional hotel meningkat menjelang Lebaran, salah satunya akibat kewajiban pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi karyawan. "Pengeluaran bertambah, tetapi pemasukan stagnan," keluhnya.

Menurut Agoes, pada awal diberlakukannya larangan mudik, okupansi hotel berada di sekitar 20 persen. Namun, saat ini angkanya merosot kembali menjadi 10 persen, yang membuat pengelola hotel kesulitan untuk mendapatkan keuntungan. "Sebuah hotel biasanya baru akan mendapat untung jika okupansinya mencapai 50 persen," jelasnya, menambahkan bahwa break even point (BEP) biasanya berada di angka 40 persen, yang belum pernah tercapai selama ini.