Nathania Tifara: Membangun Penerbitan Buku Anak Inklusif untuk Difabel
Sumber Foto: edukasi.kompas.com
Sosial

Nathania Tifara: Membangun Penerbitan Buku Anak Inklusif untuk Difabel

Kompas.com, 8 Februari 2026, 09:00 WIB

Dian Sophya Jelank Ramadaniy,

Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

Lihat Foto

Nathania Tifara, pendiri penerbitan Guru Bumi dan toko buku anak Guru Gumi(tangkapan layar akun Instagram Nathania Tifara)

KOMPAS.com - Nathania Tifara seorang entrepreneur muda dengan keberhasilan mendirikan penerbitan buku anak yang ramah difabel.

Perjalanan dimulai ketika ia kehilangan pendengaran saat usia 2 tahun akibat virus meningitis yang melanda Amerika Serikat—tempat ia dan keluarganya tinggal saat itu—pada 1990.

2 tahun berselang, ia menjalani operasi pemasangan cochlear implant ketika usianya menginjak 4 tahun. Alat berbasis teknologi tersebut membantunya dapat kembali mengakses suara. Namun, alat tersebut tidak serta merta menjadikannya sembuh dari tuli.

Cochlear implant memungkinkan tuli untuk mendengar, tetapi terbatas. “Tanpanya, saya tetap tuli total,” ungkap Nathania kepada Kompas.com, Rabu (5/2/2026).

Ia tetap perlu berlatih mendengar, sebab cochlear implant hanya terpasang satu sisi dengan kemampuan 40-50 persen lebih rendah dibanding pendengaran orang dengar.

Hal tersebut membuat pengalaman mendengarnya seperti suara mono, rentan di ruang ramai, dan membutuhkan latihan terus menerus agar otak bisa menerjemahkannya. Dari situ Nathania belajar membaca situasi, mengandalkan ekspresi wajah, gerak tubuh, dan konteks percakapan.

Proses belajar di bangku kuliah

Sejak awal, ia terbuka tentang kondisinya. Ia menjelaskan kendala pendengarannya kepada teman, guru, dan dosen.

“Saya menyampaikan hal ini bukan untuk meminta perlakuan khusus atau diistimewakan, melainkan agar guru, dosen, dan teman sekelas mengetahui bahwa ada murid atau mahasiswa dengan kebutuhan pendengaran yang berbeda di dalam kelas,” cerita Nathania.

Dalam proses belajar, ia menerapkan berbagai strategi agar proses akademik berjalan dengan lancar. Duduk di bangku depan, memanfaatkan catatan teman, serta berdiskusi kelompok kecil membantu kelancaran belajarnya.

Tantangan terbesar muncul saat ia menjalani Magister Manajemen di UGM. Ketika kelas digelar secara daring akibat pandemi, ia menggunakan bantuan juru tulis—terkadang teman atau suami—untuk merangkum materi.

Melalui pengalaman tersebut, Nathania yakin bahwa kelancaran proses belajar bukan sekadar faktor kemampuan individu, tetapi juga kerja sama dan kesediaan lingkungan untuk beradaptasi.

“Ketika kebutuhan dikomunikasikan dengan jelas dan lingkungan memberi ruang, proses belajar dapat berjalan lebih setara,” ucapnya.

Mendirikan Guru Bumi: Penerbitan Buku Anak yang Ramah Difabel

tangkapan layar akun Instagram Nathania Tifara Nathania bersama suami berada di Toko Buku Gumi

Inspirasi mendirikan penerbitan buku anak datang dari memori masa kecil. Ibunya kerap membawakan buku-buku anak yang kuat secara visual dan narasi yang mendukung prosesnya bertumbuh.

Pengalaman tersebut menciptakan kesadaran terhadap keterbatasan media edukasi yang relevan dengan konteks anak Indonesia.

“Langkah tersebut saya wujudkan melalui penerbitan buku anak, sebagai ruang belajar, membaca, dan bertumbuh bersama, dengan buku sebagai medium utama yang bermakna,” kenangnya.

Halaman:

1

2

3

Show All

difabel

buku anak

teman tuli

pendidikan khusus

Lihat Parapuan Selengkapnya

Lihat Edukasi Selengkapnya

Kisah Siham, Mahasiswa dengan Autis Asperger Segera Jadi Sarjana UGM

Kisah Marvel dan Louise, Kakak Beradik Peraih Puluhan Medali Olimpiade Sains dan Matematika Dunia

Kisah Ryaas, Driver Ojol Kuliah di UGM, Penghasilan Bisa Rp 3 Juta

Cerita Merlins, Wanita Asal Papua Lulus Dokter Spesialis Tercepat di UGM

Pilihan Untukmu

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terkini Lainnya

8 Mahasiswa Palestina Diterima Masuk Fakultas Kedokteran UGM

Edu

07/03/2026, 18:26 WIB

Mahasiswa UB Buat Sistem Deteksi Dini Kanker Payudara, Juara Kompetisi di Malaysia

Edu

07/03/2026, 17:33 WIB

Para Profesor dan Gubes Unpad Bersatu, Desak Evaluasi Indonesia Gabung BoP

Edu

07/03/2026, 15:37 WIB

Dana KJP Plus Tahap 1 Januari 2026 Cair Bertahap, Cek Besarannya

Edu

07/03/2026, 15:28 WIB

Apakah Dosen PPPK Kelas Kedua?

Edu

07/03/2026, 15:02 WIB

4 Poin Tuntutan Aliansi Mahasiswa UI ke Presiden Prabowo

Edu

07/03/2026, 13:00 WIB

Aliansi Mahasiswa UI Surati Prabowo, Desak Keluar dari BoP dan Stop Kirim Tentara ISF

Edu

07/03/2026, 12:40 WIB

Menkeu Purbaya Pastikan MBG Tak Usik Anggaran Pendidikan

Edu

07/03/2026, 12:27 WIB

Riset UI: MBG Terbuang, Mayoritas Siswa SD di Jakarta Tak Habiskan

Edu

07/03/2026, 11:16 WIB

Disdik Jabar Pastikan Pelaksanaan SPMB 2026 Sesuai Regulasi dan Kebutuhan Sekolah

Edu

07/03/2026, 11:03 WIB

Syarat Daftar UTBK SNBT 2026, Cek Juga Jadwal Lengkapnya

Edu

07/03/2026, 10:47 WIB

Minggu ini, Tunjangan Profesi Guru Madrasah Cair, Termasuk untuk PPG

Edu

07/03/2026, 10:25 WIB

Pendaftaran SMA Unggulan Garuda Kembali Diperpanjang, Cek Jadwalnya

Edu

07/03/2026, 10:11 WIB

27 Sekolah Kedinasan buat Siswa SMK, Ada yang Tanpa Syarat Tinggi Badan

Edu

07/03/2026, 09:59 WIB

Kuota Minimal untuk 4 Jalur SPMB 2026 SD-SMA Semua Wilayah

Edu

07/03/2026, 09:44 WIB

1

2

3

Next

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app