Mesut Ozil dan Tantangan Karirnya di Arsenal
Ketidakhadiran Mesut Ozil dalam skuat Arsenal pada beberapa pertandingan terakhir telah memunculkan banyak pertanyaan di kalangan penggemar. Pertanyaan mengenai kondisi dan masa depan pemain berpaspor Jerman berdarah Turki ini menjadi topik hangat di kalangan suporter Arsenal di seluruh dunia.
Sejak ditinggal pelatih Arsène Wenger, performa Ozil tampak menurun drastis. Di bawah arahan pelatih baru, Unai Emery, mantan bintang yang turut membawa Jerman meraih gelar Piala Dunia ini seolah kehilangan daya tarik dan kemampuannya di lapangan. Yang lebih mengkhawatirkan, Ozil tidak hanya kehilangan performa, tetapi juga kesempatan untuk tampil bersama timnya.
Apakah Karir Ozil Sedang Terpuruk?
Sejak pertandingan Boxing Day melawan Brighton, Ozil belum pernah lagi tampil di lapangan dengan seragam Arsenal. Bahkan, ada kalanya ia sama sekali tidak dimasukkan ke dalam skuat yang dipimpin oleh Emery.
Mantan pemain Arsenal, Emmanuel Petit, mengungkapkan kekecewaannya terhadap situasi Ozil dengan menyebutnya sebagai "talenta sia-sia". Petit juga mempertanyakan motivasi dan semangat Ozil dalam berkompetisi di dunia sepak bola.
Meski Emery berulang kali menegaskan bahwa ia masih percaya pada kemampuan Ozil, kenyataannya adalah ia tidak memberikan kesempatan bermain bagi sang pemain. Emery mengklaim bahwa taktik permainan menjadi alasan di balik keputusan tersebut.
Kritik dan Pendapat Mantan Pemain
Petit menilai kondisi mental Ozil menjadi faktor penting dalam penurunan performanya. Ia mencatat bahwa situasi ini sudah berlangsung selama dua tahun terakhir. "Dia bagus dalam satu laga, namun tampil biasa saja di pertandingan lainnya. Secara mental, dia seolah sudah tidak ada lagi dalam sepak bola," ujar Petit.
Pernyataan Petit mengingatkan pada momen ketika tim nasional Jerman tersisih dari Piala Dunia 2018, di mana Ozil dianggap bertanggung jawab atas penampilan buruk tim, terutama terkait dengan bahasa tubuhnya di lapangan.
Walaupun secara fisik Ozil tetap menunjukkan kemampuan yang baik, Petit menekankan pentingnya aspek mental dalam sepak bola. "Jika tidak bisa bekerja dengan baik secara mental, semua bakat yang dimiliki tidak akan berarti," tutup Petit.




