Medali Olimpiade 2026 Diprediksi Menjadi Barang Koleksi Termahal
Jika disesuaikan dengan inflasi harga konsumen di Amerika Serikat, nilainya setara sekitar USD 530 atau Rp 8,9 juta dalam nilai mata uang saat ini.
Head of Ancient Coin Baldwin’s, Dominic Chorney mengatakan, medali Olimpiade sebagai barang koleksi kerap memiliki nilai jual yang jauh melampaui nilai materialnya.
Pada 2015, Baldwin menjual medali emas dari Olimpiade Stockholm 1912 seharga £19.000 atau USD 26.000. Nilai itu setara Rp 438,25 juta.
Pada tahun berikutnya, juru lelang menjual medali perunggu peserta Olimpiade Antwerp 1920 seharga £640 atau USD 875. Nilainya sekitar Rp 14,7 juta.
"Medali itu tidak memiliki nilai intrinsik, tetapi didambakan semata-mata karena dikaitkan dengan ajang olahraga paling terkenal di dunia,” Chorney menambahkan.
Namun, sebagian besar medali Olimpiade tidak akan pernah dijual. "Relatif sedikit atlet Olimpiade yang menjual medali mereka, karena mereka sangat menghargainya," ujar dia.
Terlepas dari fluktuasi emas, kenaikan harga emas dan perak berpotensi mendongkrak nilai finansial medali Olimpiade. Head of Strategy Commodity Saxo Bank Ole Hansen menilai permintaan logam mulia masih akan tetap kuat seiring ketidakpastian geopolitik global dan meningkatnya utang pemerintah di berbagai negara.
"Saya membayangkan bahwa medali emas dan perak untuk Olimpiade Musim Panas berikutnya (pada tahun 2028) akan jauh lebih mahal daripada medali untuk Olimpiade Musim Dingin saat ini," ujar dia.




